Peran Dukungan Organisasi, Kepemimpinan Transformasional, dan Efikasi Diri terhadap Kinerja Calon Dosen Pegawai Negeri Sipil dengan Keterikatan Kerja sebagai Mediator
Auliya Putri Lestari, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin; Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog
2026 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI
Penelitian ini mengkaji pengaruh dukungan organisasi, kepemimpinan transformasional, dan efikasi diri akademik terhadap kinerja dosen
Calon Pegawai Negeri Sipil angkatan 2024 di UIN Sunan Ampel Surabaya, dengan
keterikatan kerja sebagai variabel mediasi. Berlandaskan integrasi Social
Exchange Theory, Social Cognitive Theory, Full-Range Leadership Theory, dan
model Job Demands-Resources, penelitian ini mengisi kesenjangan literatur
mengenai integrasi simultan keempat konstruk tersebut dalam konteks dosen muda
di perguruan tinggi Islam negeri Indonesia. Pendekatan kuantitatif eksplanatif
diterapkan dengan teknik total sampling terhadap seluruh 47 dosen CPNS. Data
dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert lima poin yang dilengkapi
pertanyaan terbuka, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural
Equation Modeling dengan SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa efikasi diri
akademik merupakan prediktor terkuat terhadap keterikatan kerja dan signifikan
terhadap kinerja, diikuti kepemimpinan transformasional yang merupakan
prediktor terkuat terhadap kinerja dan signifikan terhadap keterikatan kerja.
Temuan paling novelty adalah hubungan negatif signifikan dukungan organisasi
terhadap kinerja, yang mengindikasikan bahwa dukungan yang bersifat
administratif-birokratis dipersepsikan sebagai beban kognitif tambahan, bukan
pemberdayaan. Keterikatan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja dan hanya
memediasi secara parsial jalur efikasi diri terhadap kinerja, sementara tidak
terbukti memediasi jalur dukungan organisasi maupun kepemimpinan
transformasional. Model menjelaskan 61,3% variansi kinerja dan 53,5% variansi
keterikatan kerja.
This study examines the effects of organizational support,
transformational leadership, and academic self-efficacy on the job performance
of Civil Service Candidate lecturers from the 2024 cohort at UIN Sunan Ampel
Surabaya, with work engagement as the mediating variable. Grounded in an
integrated framework of Social Exchange Theory, Social Cognitive Theory,
Full-Range Leadership Theory, and the Job Demands-Resources model, this study
addresses a literature gap regarding the simultaneous integration of these four
constructs among early-career lecturers at Indonesian state Islamic
universities. An explanatory quantitative approach was employed using total
sampling of all 47 lecturers. Data were collected through a five-point Likert
online questionnaire supplemented by open-ended questions and analyzed via
Partial Least Squares-Structural Equation Modeling using SmartPLS. Results
reveal that academic self-efficacy was the strongest predictor of work
engagement and a significant predictor of performance, while transformational
leadership was the strongest predictor of performance and significant for work
engagement. The most novel finding is the significant negative effect of
organizational support on performance, indicating that
bureaucratic-administrative support is perceived as an additional cognitive
burden rather than an enabler. Work engagement positively predicted performance
and partially mediated the self efficacy performance path, but did not mediate
the paths from organizational support or transformational leadership to
performance. The model explained 61.3% of variance in performance and 53.5% in
work engagement.
Kata Kunci : Dukungan Organisasi, Kepemimpinan Transformasional, Efikasi Diri, Keterikatan Kerja, Kinerja Dosen