Kerentanan Dan Strategi Pengurangan Risiko Pada Rumah Tangga Yang Dikepalai Perempuan Di Masa Pandemi Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta
AZWAR SURAHMAN, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si. ; Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A.; Dr. Sutaryono, S.Si., M.Si.
2026 | Disertasi | S3 Kependudukan
Pandemi COVID-19 memperlihatkan bahwa
kerentanan rumah tangga tidak tersebar secara merata, tetapi dibentuk oleh
perbedaan struktur demografi, kondisi sosial-ekonomi, relasi gender, dan akses
terhadap perlindungan sosial. Rumah tangga yang dikepalai perempuan (RTDP)
merupakan salah satu kelompok yang berisiko mengalami kerentanan berlapis
karena harus menanggung peran sebagai pencari nafkah, pengelola rumah tangga,
sekaligus penyangga utama kebutuhan anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan
untuk: (1) menganalisis karakteristik demografi dan kondisi sosial-ekonomi RTDP
pada masa pandemi COVID-19; (2) membandingkan tingkat kerentanan RTDP dengan
rumah tangga yang dikepalai laki-laki (RTLK); dan (3) mengkaji upaya penanganan
dampak COVID-19 dalam mengurangi kerentanan RTDP di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Data kuantitatif bersumber dari mikrodata Susenas 2020–2022 dan data
terkait pandemi COVID-19, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara
mendalam dengan kepala rumah tangga perempuan serta informan kunci dari unsur
pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait. Analisis dilakukan melalui
statistik deskriptif, pembentukan indeks kerentanan multidimensi dengan Principal Component Analysis (PCA), analisis kesenjangan kerentanan menggunakan Blinder–Oaxaca Decomposition, serta pemodelan System Dynamics untuk memahami hubungan antar aktor dan arah intervensi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan RTDP bersifat
multidimensi, mencakup dimensi kesehatan, ekonomi, pendidikan, pekerjaan,
pangan, kependudukan, akses informasi, serta perlindungan sosial. PCA
menunjukkan bahwa faktor pengetahuan, jaminan sosial, dan beban tanggungan
merupakan komponen penting dalam menjelaskan kerentanan RTDP, diikuti oleh
faktor kemiskinan, kemampuan bekerja, aset, kerawanan pangan, asuransi,
legalitas, dan kesehatan fisik. Analisis Blinder–Oaxaca menunjukkan adanya
kesenjangan kerentanan yang signifikan antara RTDP dan RTLK. Temuan ini
menegaskan bahwa RTDP tidak lebih rentan karena perempuan secara alamiah lemah,
melainkan karena akses terhadap sumber daya, pekerjaan layak, informasi,
jaminan sosial, dan perlindungan risiko belum setara. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pengukuran
kerentanan multidimensi, dekomposisi kesenjangan berbasis gender, dan pemodelan
dinamika sistem untuk mensimulasikan efektivitas intervensi kebijakan. Secara
teoritis penelitian ini memperkuat perspektif kerentanan berbasis gender,
sedangkan secara kebijakan merekomendasikan penguatan perlindungan sosial yang
responsif gender untuk meningkatkan ketahanan rumah tangga perempuan dalam
menghadapi krisis.
The
COVID-19 pandemic demonstrated that household vulnerability is not evenly
distributed, but is shaped by differences in demographic structure,
socio-economic conditions, gender relations, and access to social protection.
Female-headed households (FHHs) constitute one group at risk of experiencing
layered vulnerability, as they must simultaneously assume the roles of
breadwinner, household manager, and primary support provider for family
members. This study aims to: (1) analyse the demographic characteristics and
socio-economic conditions of FHHs during the COVID-19 pandemic; (2) compare the
level of vulnerability of FHHs with that of male-headed households (MHHs); and
(3) examine COVID-19 impact-mitigation efforts in reducing the vulnerability of
FHHs in the Special Region of Yogyakarta.
Kata Kunci : kerentanan multidimensi, rumah tangga yang dikepalai perempuan, COVID-19, perlindungan sosial responsif gender, System Dynamics