Kecenderungan Neurosis pada Mahasiswa yang Tinggal di Asrama Mahasiswa Kalimantan Selatan Yogyakarta
Safril, Dr. dr. H. Soewadi, MPH, dr. Moetrasi DTM&H
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui frekuensi kecenderungan neurosis pada mahasiswa yang tinggal di Asrama-asrama mahasiswa Kalimantan Selatan di Yogyakarta. Mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang kuliah di Yogyakarta merupakan asset negara untuk pembangunan, mereka membutuhkan penyesuaian diri (adaptasi) dengan lingkungan baru yang didatanginya. Konflik-konflik dengan lingkungan baru dapat menimbulkan kecemasan yang merupakan gejala utama dari neurosis. Kecemasan yang merupakan gejala utama dari neurosis bisa timbul akibat adanya konflik-konflik dengan lingkungan baru. Dengan deteksi dini gangguan jiwa ini mungkin dapat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan serta perasaan cemas yang mengganggu mereka, sehingga mereka dapat belajar dengan baik pula. di Penelitian ini melibatkan seluruh mahasiswa yang tinggal di Asrama-asrama mahasiswa Kalimantan Selatan Yogyakarta. Untuk mengetahui adanya kecenderungan neurosis, responden diberi kuesioner Eysenck Inventory yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Dari 72 kuesioner yang dibagikan, 62 kuesioner memenuhi kriteria penelitian, sedangkan 10 kuesioner tidak diikutsertakan dalam penelitian ini, 5 kuesioner karena pengisian kosong dan tidak lengkap, 5 kuesioner memiliki skore skala kebohongan ? 4. Dari 62 responden yang dilibatkan, 29 responden (46,8%) memiliki kecenderungan neurosis. Setelah itu responden dikelompokkan menurut beberapa variabel pendidikan seperti tingkat semester, status Fakultas dan status Perguruan Tinggi. 7 responden (11,9%) memiliki kecenderungan neurosis pada semester awal dan 19 responden (32,2%) memiliki kecenderungan neurosis pada semester akhir. 13 responden (21%) memiliki kecenderungan neurosis pada Fakultas Eksak dan 16 responden (25,8%) pada Fakultas Non Eksak, 13 responden (21%) memiliki kecenderungan neurosis pada Perguruan Tinggi Negeri dan 16 responden (25,8%) pada Perguruan Tinggi Swasta. Dengan uji X kuadrat ternyata tidak ada perbedaan bermakna antara mereka yang berada di semester awal maupun semester akhir, Fakultas Eksak maupun non eksak dan Perguruan Tinggi Negeri dengan Perguruan Tinggi Swasta.
Kata Kunci : Gangguan Jiwa, Neurosis, Asrama Mahasiswa, Kalimantan Selatan