Laporkan Masalah

Transformasi Motivasi Berbagi Pengetahuan Menjadi Perilaku Kerja Inovatif dalam Dinamika Berbagi Praktik Terbaik dan Berbagi Kesalahan: Integrasi Model Rubicon pada Karyawan BUMDes

Pratiwi Dwi Suhartanti, Prof. Dr. Reni Rosari, M.B.A.,; Rr. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D.

2026 | Disertasi | S3 Manajemen

Perilaku kerja inovatif merupakan penentu utama kapasitas organisasi dan pembangunan ekonomi pedesaan berkelanjutan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, mekanisme perilaku yang menerjemahkan motivasi berbagi pengetahuan menjadi perilaku kerja inovatif masih kurang dipahami. Studi ini mengembangkan model perubahan perilaku berdasarkan Model Rubicon dengan mengintegrasikan Teori Determinasi Diri, Teori Perilaku Terencana, Teori Kapitalisasi Interpersonal, Teori Keamanan Psikologis, dan Teori Kognitif Sosial. Model ini menjelaskan bagaimana motivasi berbagi pengetahuan berkembang menjadi perilaku kerja inovatif melalui dua mekanisme berbeda: berbagi praktik terbaik dan berbagi kesalahan. Studi ini juga meneliti peran moderasi kapitalisasi interpersonal dan keamanan psikologis serta membandingkan mekanisme ini di berbagai tingkat praktik kerja keterlibatan tinggi (HIWP).

Studi ini menggunakan survei penjelasan kuantitatif terhadap 503 karyawan BUMDes di Jawa, Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis jalur dan Hayes PROCESS Macro Model 1 dalam SPSS 31.0. Perbedaan kelompok diperiksa menggunakan analisis multigrup (MGA) dan divalidasi melalui uji Chow.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berbagi pengetahuan berpengaruh positif terhadap niat berbagi pengetahuan, yang selanjutnya mendorong berbagi praktik terbaik dan berbagi kesalahan. Kapitalisasi interpersonal memperkuat hubungan antara niat berbagi pengetahuan dan berbagi praktik terbaik, sedangkan keamanan psikologis memperkuat hubungan antara niat berbagi pengetahuan dan berbagi kesalahan. Kedua bentuk berbagi pengetahuan tersebut berpengaruh positif terhadap perilaku kerja inovatif. MGA menunjukkan bahwa hubungan ini cenderung lebih kuat pada BUMDes dengan HIWP yang lebih tinggi, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik.

Studi ini mengembangkan Model Rubicon sebagai kerangka kerja perilaku yang menyeluruh dengan mengintegrasikan lima teori komplementer di seluruh fase pra-keputusan, pasca-keputusan, tindakan, dan pasca-tindakan dari perubahan perilaku. Studi ini juga memperluas konseptualisasi berbagi pengetahuan dengan membedakan antara berbagi praktik terbaik dan berbagi kesalahan sebagai dua mekanisme pembelajaran dengan anteseden dan mekanisme penguatan yang berbeda. Secara praktis, temuan ini memberikan panduan bagi manajer BUMDes untuk memperkuat keterlibatan karyawan, keamanan psikologis, kapitalisasi interpersonal, dan pembelajaran organisasi untuk mendorong inovasi.

Innovative work behavior is a key determinant of the organizational capacity and sustainable rural economic development of Village-Owned Enterprises (VOEs). However, the behavioral mechanism by which knowledge sharing motivation translates into innovative work behavior remains insufficiently understood. This study develops a behavioral change model based on the Rubicon Model by integrating Self-Determination Theory, Theory of Planned Behavior, Interpersonal Capitalization Theory, Psychological Safety Theory, and Social Cognitive Theory. The model explains how knowledge sharing motivation evolves into innovative work behavior through two distinct mechanisms: sharing best practices and sharing mistakes. It also examines the moderating roles of interpersonal capitalization and psychological safety and compares these mechanisms across different levels of high-involvement work practices (HIWPs).

This study employed a quantitative explanatory survey of 503 VOE employees in Java, Indonesia. Data were analyzed using path analysis and Hayes PROCESS Macro Model 1 in SPSS 31.0. Group differences were examined using multigroup analysis (MGA) and validated through the Chow test.

The results show that knowledge sharing motivation positively influences knowledge sharing intention, which subsequently promotes both sharing best practices and sharing mistakes. Interpersonal capitalization strengthens the relationship between knowledge sharing intention and sharing best practices, whereas psychological safety strengthens the relationship between knowledge sharing intention and sharing mistakes. Both forms of knowledge sharing positively influence innovative work behavior. MGA indicates that these relationships tend to be stronger in VOEs with higher HIWPs, although the differences are not statistically significant.

This study advances the Rubicon Model as an overarching behavioral framework by integrating five complementary theories across the pre-decision, post-decision, action, and post-action phases of behavioral change. It further extends the conceptualization of knowledge sharing by distinguishing between sharing best practices and sharing mistakes as two learning mechanisms with different antecedents and reinforcing mechanisms. Practically, the findings provide guidance for VOE managers to strengthen employee involvement, psychological safety, interpersonal capitalization, and organizational learning to foster innovation.

Kata Kunci : Rubicon Model, perilaku kerja inovatif, berbagi praktik terbaik, berbagi kesalahan, BUMDes, high-involvement work practices.

  1. S3-2026-500614-abstract.pdf  
  2. S3-2026-500614-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-500614-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-500614-title.pdf