Analisis Hubungan Respectful Maternity Care dengan Pengalaman Persalinan Positif: Studi Multisenter
Ririn Adam, dr. Sarrah Ayuandari, Ph.D, Sp.OG, Subsp F.E.R; Dr. dr. Shinta Prawitasari, M.Kes, Sp.OG, Subsp. Obginsos
2026 | Tesis | MAGISTER KEBIDANAN
Latar belakang: Kurangnya perhatian terhadap pengalaman persalinan
positif masih terjadi terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan
menengah. Secara global diperkirakan 16% ibu bersalin memiliki pengalaman
persalinan negatif. Situasi ini dapat memicu stres psikologi yang dapat
meningkatkan risiko gangguan stres pascatrauma dan depresi postpartum. Respectful maternity care (RMC)
merupakan salah satu upaya dalam mencapai pengalaman persalinan positif.
Pendekatan ini bukanlah sebuah perawatan opsional, melainkan hak asasi manusia
yang fundamental dan merupakan landasan sistem kesehatan yang efektif. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis hubungan RMC dengan pengalaman persalinan
positif di fasilitas kesehatan Kota Gorontalo.
Metode: Penelitian cross
sectional ini melibatkan 113 ibu postpartum
(1 – 6 minggu) yang melahirkan di enam rumah sakit dan empat puskesmas
wilayah Kota Gorontalo. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan
mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner RMC, kuesioner pengalaman persalinan dan kuesioner yang terdiri dari
data sociodemografi dan obstetri ibu bersalin. Regresi linear berganda
digunakan untuk menilai hubungan antara RMC dan pengalaman persalinan positif.
Hasil: Skor rata-rata RMC adalah 99,07 ± 10,08,
dan skor rata-rata pengalaman persalinan positif adalah 57,49 ± 6,99. Setelah
mengontrol variabel usia, pendidikan, paritas, pendamping persalinan, jenis
persalinan, intervensi medis, komplikasi persalinan, IMD, dan jenis fasilitas
kesehatan, RMC secara independen memiliki hubungan yang signifikan dengan pengalaman
persalinan positif (? = 0.353, 95% CI: 0.243–0.463, p
< 0>Koefisien determinasi menunjukkan bahwa
variabel RMC, jenis persalinan dan fasilitas kesehatan 32,2% mampu menjelaskan
variasi pengalaman persalinan positif (R² = 0,322).
Kesimpulan: Meskipun memiliki hubungan positif yang bermakna dengan kekuatan
hubungan sedang, studi ini membuktikan bahwa cara seorang perempuan
diperlakukan oleh tenaga kesehatan secara kemanusiaan jauh lebih menentukan
kepuasan batinnya dibandingkan jenis persalinan maupun strata fasilitas kesehatan
tempat ia melahirkan. Penguatan implementasi RMC tidak hanya meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu,
tetapi juga berpotensi meningkatkan utilisasi pelayanan kesehatan maternal
secara berkelanjutan.
Background: Limited attention to
positive childbirth experiences remains a challenge, particularly in low- and
middle-income countries. Globally, an estimated 16% of women report negative
childbirth experiences, which may lead to psychological distress and increase
the risk of postpartum depression and post-traumatic stress disorder.
Respectful Maternity Care (RMC) is a key strategy for promoting positive
childbirth experiences. Rather than being an optional component of care, RMC is
a fundamental human right and a cornerstone of an effective maternal healthcare
system. This study aimed to examine the association between Respectful
Maternity Care and positive childbirth experience among postpartum women in healthcare
facilities in Gorontalo City, Indonesia.
Methods: A multicenter
cross-sectional study was conducted among 113 postpartum women (1–6 weeks after
childbirth) who delivered in six hospitals and four primary healthcare centers
in Gorontalo City. Participants were recruited using consecutive sampling based
on predefined inclusion and exclusion criteria. Data were collected using the
Respectful Maternity Care questionnaire, the Childbirth Experience
Questionnaire, and a structured questionnaire on maternal sociodemographic and
obstetric characteristics. Multiple linear regression analysis was performed to
assess the association between RMC and positive childbirth experience while
controlling for potential confounding variables.
Results: The mean RMC score was
99.07 ± 10.08, while the mean positive childbirth experience score was 57.49 ±
6.99. After adjusting for maternal age, educational level, parity, labor
companion, mode of delivery, medical interventions, childbirth complications,
early initiation of breastfeeding, and type of healthcare facility, RMC was independently associated with positive childbirth experience
(? = 0.353, 95% CI: 0.243–0.463, p < 0>. The final regression model showed that RMC, mode of delivery, and type
of healthcare facility collectively explained 32.2% of the variance in positive
childbirth experience (R² = 0.322).
Conclusions: Although the association
was of moderate strength, this study demonstrates that respectful and humane
treatment by healthcare providers was more strongly
associated with women's positive childbirth experiences than the mode of
delivery or healthcare facility level. Strengthening the implementation of Respectful Maternity Care may not
only enhance maternal psychological well-being but also promote sustained
utilization of maternal health services.
Kata Kunci : Respectful Maternity Care, Pengalaman persalinan positif, Studi Multisenter