Laporkan Masalah

Perancangan Model Bisnis Digital Content Distribution Network (DCDN) Melalui Platform ClipPro Berbasis Tiktok di Indonesia

Berlian Erlangga, Rico Saktiawan Jang Jaya, S.E., MBA, Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Manajemen


Industri pemasaran digital di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat

seiring dominasi TikTok sebagai platform distribusi konten utama. Namun,

distribusi konten organik melalui jaringan clipper masih berjalan secara informal,

tanpa perjanjian hukum yang mengikat, tanpa perlindungan hak kekayaan

intelektual, dan tanpa transparansi data performa. Kondisi ini menciptakan risiko

bagi merek maupun clipper serta menghambat skalabilitas ekosistem. Penelitian

ini bertujuan merancang model bisnis Digital Content Distribution Network

(DCDN) melalui platform ClipPro yang mampu menghubungkan merek dengan

clipper secara profesional, legal, dan transparan berbasis TikTok.

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif

dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui

wawancara mendalam dengan lima informan (dua dari sisi merek dan tiga dari

sisi clipper), observasi sistematis terhadap ekosistem distribusi konten, serta

studi dokumentasi. Rancangan model bisnis disusun menggunakan kerangka

Kanvas Model Bisnis (Business Model Canvas) sembilan elemen, dilengkapi

dengan analisis tata kelola dan analisis kelayakan finansial dalam tiga skenario.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis DCDN ClipPro layak

secara finansial dalam skenario optimis, dengan Net Present Value (NPV) yang

positif, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 38%, dan payback period selama

2,2 tahun, serta mencapai titik impas pada tahun kedua operasional. Keunggulan

utama model ini terletak pada integrasi tiga elemen yang belum dimiliki oleh

entitas sejenis secara bersamaan, yaitu legitimasi hukum melalui Perjanjian Kerja

Sama tiga pihak, perlindungan hak kekayaan intelektual, dan transparansi

pembagian nilai melalui dashboard terpusat. Dengan demikian, DCDN ClipPro

dapat menjadi solusi distribusi konten digital yang efisien, legal, dan

berkelanjutan bagi ekosistem pemasaran digital di Indonesia.

Industri pemasaran digital di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat

seiring dominasi TikTok sebagai platform distribusi konten utama. Namun,

distribusi konten organik melalui jaringan clipper masih berjalan secara informal,

tanpa perjanjian hukum yang mengikat, tanpa perlindungan hak kekayaan

intelektual, dan tanpa transparansi data performa. Kondisi ini menciptakan risiko

bagi merek maupun clipper serta menghambat skalabilitas ekosistem. Penelitian

ini bertujuan merancang model bisnis Digital Content Distribution Network

(DCDN) melalui platform ClipPro yang mampu menghubungkan merek dengan

clipper secara profesional, legal, dan transparan berbasis TikTok.

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif

dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui

wawancara mendalam dengan lima informan (dua dari sisi merek dan tiga dari

sisi clipper), observasi sistematis terhadap ekosistem distribusi konten, serta

studi dokumentasi. Rancangan model bisnis disusun menggunakan kerangka

Kanvas Model Bisnis (Business Model Canvas) sembilan elemen, dilengkapi

dengan analisis tata kelola dan analisis kelayakan finansial dalam tiga skenario.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis DCDN ClipPro layak

secara finansial dalam skenario optimis, dengan Net Present Value (NPV) yang

positif, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 38%, dan payback period selama

2,2 tahun, serta mencapai titik impas pada tahun kedua operasional. Keunggulan

utama model ini terletak pada integrasi tiga elemen yang belum dimiliki oleh

entitas sejenis secara bersamaan, yaitu legitimasi hukum melalui Perjanjian Kerja

Sama tiga pihak, perlindungan hak kekayaan intelektual, dan transparansi

pembagian nilai melalui dashboard terpusat. Dengan demikian, DCDN ClipPro

dapat menjadi solusi distribusi konten digital yang efisien, legal, dan

berkelanjutan bagi ekosistem pemasaran digital di Indonesia.

Kata Kunci : Clipper, Distribusi Konten Digital, Kanvas Model Bisnis, Model Bisnis, Platform Dua Sisi, TikTok

  1. S2-2026-568396-abstract.pdf  
  2. S2-2026-568396-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-568396-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-568396-title.pdf