Laporkan Masalah

Dinamika Pemasaran Hasil Budidaya Lele dan Impilkasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga: Studi di Desa Tegalrejo, Boyolali

HERY SETYA ADI, Dr. Ir. Rio Olympias Sujarwanta, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN Eng. ; Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si

2026 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Intisari

Budidaya lele merupakan salah satu usaha perikanan air tawar yang berperan penting dalam mendukung perekonomian keluarga di pedesaan. Namun, keberhasilan usaha ini tidak hanya ditentukan oleh aspek produksi, tetapi juga oleh kemampuan pembudidaya dalam mengakses pasar dan menghadapi dinamika pemasaran. Fluktuasi harga, perubahan permintaan, kenaikan biaya produksi, serta keterbatasan akses pasar menjadi tantangan yang dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha dan ketahanan ekonomi keluarga. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada aspek produksi, produktivitas, dan pendapatan, sedangkan kajian mengenai hubungan dinamika pemasaran dengan ketahanan ekonomi keluarga pembudidaya masih terbatas.

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika pemasaran hasil budidaya lele serta implikasinya terhadap ketahanan ekonomi keluarga pembudidaya di Desa Tegalrejo, Kabupaten Boyolali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

             Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran lele melibatkan pembudidaya, pengepul, pedagang, dan konsumen akhir dalam suatu rantai pasok yang menempatkan pembudidaya pada posisi tawar yang relatif lemah. Dinamika pemasaran berupa perubahan standar ukuran lele, ketergantungan terhadap pengepul, fluktuasi harga, dan keterbatasan akses pasar menyebabkan sebagian hasil panen tidak terserap secara optimal, harga jual sulit dinegosiasikan, serta arus kas pendapatan keluarga menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar, membiayai pendidikan, dan membangun cadangan keuangan sebagai bagian dari ketahanan ekonomi keluarga. Untuk mempertahankan ketahanan ekonomi keluarga, pembudidaya menerapkan strategi adaptasi berupa diversifikasi pendapatan, efisiensi biaya produksi, serta penguatan jaringan pemasaran dan modal sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akses pasar, posisi tawar, dan kemampuan adaptasi merupakan faktor penting yang menentukan ketahanan ekonomi keluarga pembudidaya lele. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan penguatan kelembagaan pemasaran dan akses pasar bagi pembudidaya.


Abstract

Catfish farming is one of the freshwater aquaculture activities that plays an important role in supporting rural household economies. However, the success of this business is determined not only by production performance but also by farmers’ ability to access markets and respond to marketing dynamics. Price fluctuations, changing market demand, rising production costs, and limited market access are major challenges that may affect business sustainability and household economic resilience. Previous studies have primarily focused on production, productivity, and income aspects, while research examining the relationship between marketing dynamics and the economic resilience of catfish-farming households remains limited.

This study aims to analyze the marketing dynamics of catfish farming products and their implications for the economic resilience of farming households in Tegalrejo Village, Boyolali Regency. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques.

            The findings indicate that the marketing of catfish involves farmers, collectors, traders, and end consumers within a supply chain that places farmers in a relatively weak bargaining position. Marketing dynamics, including changes in catfish size standards, dependence on collectors, price fluctuations, and limited market access, have resulted in part of the harvest being left unsold, reduced bargaining power in price negotiations, and unstable household cash flow. These conditions have weakened households' ability to meet basic needs, finance children's education, and build financial reserves, thereby reducing their economic resilience. To sustain household economic resilience, farmers have adopted various adaptive strategies, including income diversification, production cost efficiency, and the strengthening of marketing networks and social capital. The study concludes that market access, bargaining power, and adaptive capacity are key determinants of the economic resilience of catfish-farming households. These findings provide practical implications for developing policies aimed at strengthening marketing institutions and improving market access for catfish farmers.


Kata Kunci : budidaya lele, dinamika pemasaran, rantai pasok, ketahanan ekonomi keluarga, strategi adaptasi

  1. S2-2026-548306-abstract.pdf  
  2. S2-2026-548306-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-548306-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-548306-title.pdf