Relation Between Therapeutic Window and Prognosis in Ischemic Stroke Patients
Merayang Anak Bundan, Dr. Ismail Setyopranoto, Sp.S(K), dr. Abdul Gofir, Sp.S(K)
2010 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang :Stroke adalah penyebab kematian ketiga di Indonesia. Sekitar 25% akan berujung pada kematian ataupun kelumpuhan. Pasien masuk setelah serangan stroke di Indonesia rata-rata pada 48,5 jam. Periode Jendela yang paling optimal untuk stroke adalah 6 jam. Tujuan Untuk mengurangi penundaan antara onset stroke dan tindakan medis, penelitian ini menganalisa hubungan antara periode jendela dan hasil. Metode Data diambil secara acak dari 300 rekam medis pada pasien stroke iskemi di departemen neurologi RS Sardjito Yogyakarta. Faktor factor yang diukur adalah umur, skala stroke gadjah mada pada waktu pasien masuk dan setelah 5 hari dan peride Jendela. Hasil pada pasien berdasarkan Skala stroke Gadjah Mada Subyek: Kriteria inklusi adalah Pasien stroke iskemi yang masuk pada tahun 2008 di RS Sardjito dan kriteria eksklusi adalah pasien dengan DM dan data yang tidak lengkap Hasil Pasien dengan kondisi neurologi yang buruk pada waktu masuk terlihat waktu masuk ke rumah sakit. Analisa regresi logistik menunjukan rasio odd untuk hasil yang baik pada pasien yang masuk pada periode Jendela adalah 2.800 (95% CI: 1.1207.000), penundaan untuk menerimaan tindakan medis berpengaruh secara independen kepada hasil klinis Kesimpulan Tindakan medis awal pada stroke akut berpengaruh pada hasil yang lebih baik.
Background: Stroke is the third leading cause of death in Indonesia. Around 25% will leads to death and meanwhile the remaining lead to disability. Mean admission post stroke in Indonesia was 48.5hours. the optimum therapeutic window for stroke is 6 hours. Aim: Due to effort to reduce the delay between stroke onset and medical intervention, this study analyzed the relation between therapeutic window and outcome. Methods: Data was obtained randomly from 300 medical records in ischemic stroke patient admitted at neurology department of Sardjito Hospital, Yogyakarta. Factors assessed were ages, Gadjah Mada Stroke Scale on admission and after 5 days and therapeutic window. Patients outcome depending on the Gadjah Mada Stroke Scale. Subject: The inclusion criterion is ischemic stroke patient admitted in 2008 at Sardjito Hospital and the exclusion criteria are patient with diabetes mellitus and incomplete data. on Result: Patient in worse neurological condition admission presented earlier to hospital. Logistic regression analysis revealed that the odd ration for good outcome in patients admitted within therapeutic window was 2.800 (95% CI: 1.120 - 7.000), the delay in receive medical intervention were independently related to the clinical outcome. Conclusion: Early medical intervention in acute stroke is related to the better outcome.
Kata Kunci : Periode Jendela, Tindakas Medis Awal, Stroke, Hasil, SSGM.