Laporkan Masalah

Evaluasi Kesesuaian Posisi dan Pemodelan Tiga Dimensi Terowongan Sodetan Sungai Ciliwung terhadap Posisi Rencana

Yusuf Nur Arifin, Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU

2026 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Banjir akibat luapan Sungai Ciliwung berdampak negatif dan berpotensi membahayakan kehidupan masyarakat, khususnya di bantaran Sungai Ciliwung. Salah satu solusi untuk mengatasi banjir akibat luapan Sungai Ciliwung yaitu membangun sodetan terowongan air yang mampu mendistribusikan sebagian debit air ke tempat lain sehingga tidak terjadi luapan. Pembangunan sodetan terowongan air menggunakan metode tunnel boring machine, yaitu metode pemasangan pipa-pipa terowongan menggunakan mesin bor tanah raksasa dengan penunjuk arah berupa gyroelectric. Meskipun dilengkapi alat penunjuk arah yang canggih, namun penggunaan metode tersebut memungkinkan adanya ketidaksesuaian posisi aktual terhadap rencana terowongan akibat berbagai hambatan yang dapat terjadi. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian posisi aktual terhadap posisi rencana terowongan serta melakukan pemodelan 3D terhadap perubahan posisi sepanjang terowongan.

Data yang digunakan dalam penelitian adalah data koordinat dan elevasi posisi rencana dan posisi aktual setiap as pipa terowongan. Penentuan koordinat posisi terowongan dihasilkan berdasarkan pengukuran sudut dan jarak menggunakan alat total station, sedangkan penentuan nilai elevasi dihasilkan berdasarkan pengukuran beda tinggi menggunakan waterpass. Data sudut, jarak, dan beda tinggi hasil pengukuran dilakukan perhitungan perataan kuadrat terkecil metode parameter untuk mendapatkan nilai yang akurat dan besaran penyimpangannya. Perhitungan perataan kuadrat terkecil data ukuran menggunakan perangkat lunak Visual Studio Code dengan menggunakan bahasa pemrograman Python. Pembuatan model 3D dilakukan terhadap hasil perhitungan perataan sehingga dapat diidentifikasi deviasi posisi terowongan secara visual dengan lebih mudah. Adapun pembuatan model 3D deviasi terowongan menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit yang dilengkapi plugin Dynamo.

Hasil penelitian mengindikasikan terdapat perubahan posisi aktual terhadap posisi rencana dengan rata-rata penyimpangan pada bidang horizontal sebesar 4,9cm, rata-rata penyimpangan pada bidang vertikal sebesar 5,6cm, dan rata-rata penyimpangan pada ruang tiga dimensi sebesar 7,5cm. Mayoritas perubahan posisi aktual terhadap posisi rencana terowongan mengarah ke Timur atau berada di sisi depan posisi rencana dan kedudukannya berada di atas posisi rencana terowongan. Selain itu, hasil pemodelan 3D deviasi posisi yang menampilkan bentuk geometrik dilengkapi dengan perbedaan warna berdasarkan klasifikasi nilai deviasi sepanjang terowongan sangat membantu dalam mengidentifikasi pipa terowongan yang memiliki nilai deviasi signifikan dan tidak signifikan secara visual.

Flooding caused by the overflow of the Ciliwung River has a negative impact and poses a potential threat to people’s lives, particularly for those living along the Ciliwung Riverbanks. One solution to address flooding caused by the overflow of the Ciliwung River is to construct a water tunnel diversion that can divert part of the water flow to another location, thereby preventing overflow. The construction of the water diversion tunnel uses the tunnel boring machine method, which involves installing tunnel pipes using a giant earth-boring machine equipped with a gyro electric guidance system. Although equipped with a sophisticated guidance system, the use of this method allows for discrepancies between the actual position and the planned tunnel alignment due to various obstacles that may occur. Therefore, this study was conducted to determine the degree of alignment between the actual and planned tunnel positions and to perform 3D modeling of positional changes along the tunnel.

The data used in this study consist of the coordinates and elevations of the planned and actual positions of each tunnel pipe section. The tunnel position coordinates were determined based on angle and distance measurements using a total station, while the elevation values were determined based on height difference measurements using a leveling instrument. The measured angle, distance, and elevation difference data were processed using the parametric least-squares method to obtain accurate values and quantify deviations. The least-squares analysis of the measurement data was performed using Visual Studio Code software with the Python programming language. A 3D model was created based on the least-squares results to facilitate visual identification of tunnel position deviations. The 3D model of the tunnel deviation was created using Autodesk Revit software equipped with the Dynamo plugin.

The research results indicate that there are deviations between the actual and planned positions, with an average deviation in the horizontal plane of 4,9 cm, an average deviation in the vertical plane of 5,6 cm, and an average deviation in three-dimensional space of 7,5 cm. The majority of deviations in the actual position relative to the planned tunnel position are toward the east or on the front side of the planned position, and they are located above the planned tunnel position. Additionally, the 3D modeling results of positional deviations which display geometric shapes and are color-coded based on deviation value classifications along the tunnel are very helpful in visually identifying tunnel sections with significant and insignificant deviation values.

Kata Kunci : terowongan sodetan ciliwung, hitung perataan kuadrat terkecil, pemodelan 3D

  1. S1-2026-443712-abstract.pdf  
  2. S1-2026-443712-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-443712-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-443712-title.pdf