Laporkan Masalah

Hubungan Literasi Kesehatan Ibu dengan Keterikatan Batin Ibu-Janin pada Ibu Hamil di Yogyakarta

Anjarwati, Prof. dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG., (K)., Ph.D. ; Dr. dr. Diah Rumekti Hadiati, Sp.OG., Subsp.K.Fm., MSc .

2026 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar belakang: Keterikatan batin ibu-janin merupakan perilaku ibu hamil dalam merepresentasikan interaksi hubungan batin ibu dengan janin. Hal ini memerlukan pengetahuan, keterampilan dan pengambilan keputusan dalam perawatan kehamilan. Keterikatan batin ibu-janin rendah berdampak negatif kepada ibu dan janin diantaranya prematuritas, bayi berat lahir rendah, masalah neonatal dan anak. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui literasi kesehatan ibu pada ibu hamil trimester 1 dan keterikatan batin ibu-janin pada trimester 3, menggali informasi tentang literasi kesehatan ibu dan keterikatan batin ibu-janin. Metode: Studi mixed methods menggunakan sequentioal explanatory design. Tahap kuantitatif menggunakan prospective cohort study. Teknik sampling dengan proportional random sampling. Jumlah sampel 153 ibu hamil. Analisis data kuantitatif dengan Spearman', Mann Whitney, t-test dan regresi logistik ordinal menggunakan STATA 16.Penelitian kualitatif dengan wawancara semi terstruktur kepada 7 ibu hamil, 1 kelompok FGD bidan Puskesmas dan 1 kelompok FGD Dinas Kesehatan. Analisis data kualitatif menggunakan OpenCode 4.03. Hasil: Ada hubungan signifikan literasi kesehatan ibu dengan keterikatan batin ibu-janin dengan uji Spearman's nilai coef 0.41. CI 95% 0.26-0.55, dan p,0.05. Faktor yang berhubungan dengan literasi kesehatan ibu adalah antenatal care, peran bidan dan dokter spesialis kebidanan. status kesehatan ibu dan fasilitaspelayanan kesehatan. Keterikatan batin ibu-janin tinggi karena memiliki pengalaman, umur kehamilan, dukungan sosial keyakinan spiritual dan budaya. Kesimpulan: Literasi kesehatan ibu merupakan faktoryang berhubungan dengan keterikatan batin ibu-janin khususnya pada ibu dengan tidak memiliki pengalaman fetal loss, primipara dan kecemasan tinggi. Keterikatan batin yang optimal terbentuk melalui integrasi literasi kesehatan, tidak ada riwayat fetal loss, penatalaksanaan kecemasan , budaya dan kepercayaan spiritua.


Background: Maternal-fetal attachment (MFA) is the behavior of pregnant women in representing the emotional bond and interaction between the mother and the fetus, which affects pregnancy outcomes. This attachment requires knowledge, skills, and decision-making, which depend on adequate maternal health literacy. Low MFA has negative impact on the mother and fetus, including prematurity, low birth weight, neonatal problems and child care. Objective: This study aims to examine maternal health literacy in the first trimester of pregnancy as a determinant of MFA in the third trimester and to explore information about maternal health literacy and maternal fetal attachment. Methods: The research employs a mixed methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data were gathered through a prospective cohort study using proportional random sampling (n=153)  and analyzed with Spearman's, Mann Whitney, t-test, and ordinal logistic regression using STATA 16. Qualitative data were collected using semi-structured interview with 7 pregnant women, FGD with midwifes at community health centers and health officials managing maternal and child health, Qualitative analysis was conducted using OpenCVode 4.03 software. Result: There is a significant association between maternal health literacy and MFA based on Spearman's test (coefficient 0.41, 95% CI 0.26-0.55, p<0>


Kata Kunci : hubungan, literasi kesehatan, keterikatan batin ibu-janin, ibu hamil, mixed methods

  1. S3-2026-486344-abstract.pdf  
  2. S3-2026-486344-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-486344-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-486344-title.pdf