Pengaruh Pendapatan dan Literasi Digital Petani terhadap Niat Mengadopsi Teknologi Pertanian Pintar di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
Evi Setyo Darmawati, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.
2026 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Teknologi pertanian pintar (smart farming) merupakan inovasi teknologi yang mengkombinasikan antara perangkat digital (GPS, sensor dan software data modelling) dengan teknologi otomatisasi (traktor pintar, drone dan robot) yang akan membantu petani menjadi lebih tepat dalam menggunakan input (benih, air, pupuk dan pestisida) serta software maupun aplikasi pemasaran dan promosi untuk mendapatkan informasi data penjualan dan penawaran secara aktual serta meningkatkan pengetahuan mengenai rantai nilai makanan dan kondisi agroekologi (cuaca, lansekap, kesuburan tanah dan tanaman). Sementara itu, adopsi inovasi teknologi smart farming tersebut diyakini terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala ataupun hambatan yaitu keterbatasan pendapatan dan literasi digital petani yang rendah. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis tingkat pendapatan petani, 2) menganalisis tingkat literasi digital petani dan faktor lain, 3) mengevaluasi pengaruh pendapatan dan literasi digital petani terhadap intention to adopt smart farming technology dan 4) mengevaluasi peran moderasi pengalaman usaha tani pada hubungan antara pengaruh pendapatan dan literasi digital petani terhadap intention to adopt smart farming technology di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan mengkombinasikan teori TPB dan UTAUT. Berdasarkan hasil penelitian 1) pendapatan petani di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang lebih besar dari PDRB per kapita. 2) Tingkat literasi digital petani di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang tergolong rendah. Literasi digital petani berpengaruh positif signifikan terhadap literasi informasi dan data, komunikasi digital, pembuatan konten digital, keamanan digital dan pemecahan masalah digital. 3) Literasi digital petani, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku dan efikasi diri berpengaruh positif signifikan terhadap niat mengadopsi teknologi smart farming. Sementara variabel pendapatan, sikap, ekspektasi kinerja, kondisi yang memfasilitasi, ekspektasi usaha dan dampak sosial berpengaruh tidak signifikan terhadap niat mengadopsi teknologi smart farming. 4) Peran variabel moderasi pengalaman usahatani secara signfikan melemahkan hubungan antara pendapatan terhadap niat mengadopsi teknologi smart farming. Sebaliknya, peran variabel moderasi pengalaman bertani secara tidak signifikan melemahkan hubungan antara literasi digital petani terhadap niat mengadopsi teknologi smart farming.
Smart farming is a technological innovation that combines digital devices (GPS, sensors, and data modeling software) with automation technologies (smart tractors, drones, and robots) to help farmers use inputs (seeds, water, fertilizers, and pesticides) more precisely, as well as marketing and promotional software and apps to access real-time sales and supply data and enhance their understanding of the food value chain and agroecological conditions (weather, landscape, soil fertility, and crops). Meanwhile, the adoption of these smart farming innovations is believed to face several constraints or barriers, namely limited income and low digital literacy among farmers. Thus, this study aims to 1) analyze farmers’ income levels, 2) analyze farmers’ digital literacy levels and other factors, 3) evaluate the influence of farmers’ income and digital literacy on their intention to adopt smart farming technology, and 4) evaluate the moderating role of farming experience in the relationship between the influence of farmers’ income and digital literacy on their intention to adopt smart farming technology in Ngablak Subdistrict, Magelang Regency, analyzed using SEM-PLS by combining the TPB and UTAUT theories. Based on the research results: 1) farmers’ income in Ngablak Subdistrict, Magelang Regency, is higher than the per capita GRDP; 2) the level of farmers’ digital literacy in Ngablak Subdistrict, Magelang Regency, is relatively low. Farmers’ digital literacy has a significant positive effect on information and data literacy, digital communication, digital content creation, digital security, and digital problem-solving. 3) Farmers’ digital literacy, subjective norms, perceived behavioral control, and self- efficacy have a significant positive effect on the intention to adopt smart farming technology. Meanwhile, the variables of income, attitude, performance expectations, facilitating conditions, business expectations, and social impact have no significant effect on the intention to adopt smart farming technology. 4) The moderating role of farming experience significantly weakens the relationship between income and the intention to adopt smart farming technology. Conversely, the moderating role of farming experience does not significantly weaken the relationship between farmers’ digital literacy and the intention to adopt smart farming technology.
Kata Kunci : literasi digital, intention to adopt smart farming technology, TPB, UTAUT, SEM-PLS