Perbedaan Reaksi Uji Tuberkulosis pada berbagai Status Gizi pada Anak yang Dicurigai Menderita Tuberkulosis Paru di RSUP DR. Sarjito
Laili Chilmawati, Dr. Roni Naning DSA.; dr. Endy Paryanto, DSA
1998 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERTuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang paling sering diketemukan. Manifestasi penyakit ini dipengaruhi oleh imunitas tubuh, dan jauh lebih berat pada anak-anak yang menderita gizi kurang atau gizi buruk. Uji tuberkulin adalah suatu cara untuk mengenal infeksi kuman tuberkulosis. Reaksi yang timbul pada uji ini merupakan reaksi hipersensitivitas seluler yang dipengaruhi oleh keadaan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi distribusi reaksi uji tuberkulin dan status gizi pada anak balita yang dicurigai menderita infeksi tuberkulosis serta mengetahui perbedaan reaksi uji tuberkulin pada berbagai status gizi. Data penelitian ini diperoleh secara retrospektif dari status penderita (catatan medis) RSUP dr. Sardjito tahun 1996 dan 1997. Subjek yang diteliti adalah semua anak di bawah umur lima tahun yang dicurigai menderita tuberkulosis paru dan mendapatkan uji tuberkulin serta menjalani pemeriksaan di poliklinik Anak RSUP dr. Sardjito. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini meliputi penderita yang dicurigai menderita tuberkulosis sebanyak 152 kasus. Penderita laki-laki sebanyak 51,97%, perempuan 48,03%. Umur penderita 0-2 bulan sebanyak 0%, >2 bulan-1 tahun sebanyak 19,74%, >1 tahun-5 tahun 80,26%. Status Gizi Obes 0%, Status gizi baik 59,21%, Kurang sebanyak 39,47% dan buruk sebanyak 7,32%. Reaksi uji tuberkulin 0- 5 mm sebanyak 53,95%, 6-10 mm sebanyak 9,21% dan 11-15 mm sebanyak 26,31%, >15 mm sebanyak 10,53%. Penderita dengan infeksi morbilli sebanyak 0,66%, dan yang mendapat terapi kortikosteroid sebanyak 2,63%. Pengujian dengan statistik antara reaksi uji tuberkulin dengan status gizi menunjukkan hasil x2=6,882, dan P=0,3319 (P>0,05). Uji ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan antara reaksi uji tuberkulin pada berbagai status gizi pada anak yang dicurigai menderita tuberkulosis paru.
-
Kata Kunci : Tuberkulosis, infeksi, kesehatan paru