integrasi data kependudukan dan kesehatan dalam webgis untuk pemetaan risiko diabetes di kabupaten klaten, provinsi jawa tengah
Ilham Febryan Ihsandhi, Dr. Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si., M.Sc; Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si; Dr. Like Indrawati, S.Si., M.Sc.
2026 | Tugas Akhir | D4 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Diabetes melitus (DM) merupakan
penyakit tidak menular yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dengan
prevalensi yang terus meningkat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Klaten,
Provinsi Jawa Tengah. Persebaran kasus diabetes melitus dipengaruhi tidak hanya
oleh faktor klinis, tetapi juga oleh karakteristik demografis dan spasial
wilayah, seperti struktur umur, jenis kelamin, kepadatan penduduk, serta akses
terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Keterbatasan sistem informasi yang
mampu mengintegrasikan data kependudukan dan data kesehatan secara spasial
menyebabkan identifikasi wilayah berisiko dan perencanaan intervensi kesehatan
berbasis wilayah belum optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis distribusi spasial risiko diabetes melitus di Kabupaten Klaten
serta mengembangkan sistem WebGIS untuk mengintegrasikan dan
memvisualisasikan data kependudukan dan kesehatan secara interaktif dan
informatif. Metode penelitian meliputi pengembangan sistem menggunakan
pendekatan waterfall, pengumpulan data demografi dan data kasus
diabetes melitus, analisis spasial menggunakan Moran’s I, Getis-Ord
Gi*, overlay, analisis distribusi demografi, analisis aksesibilitas,
dan analisis klaster metode K-Means. Hasil analisis diintegrasikan
ke dalam platform WebGIS berbasis Laravel 12 dengan
dukungan Mapbox, JavaScript, dan basis data MySQL.
Hasil penelitian menunjukkan adanya
pola spasial yang signifikan, di mana beberapa wilayah membentuk klaster dengan
tingkat risiko diabetes melitus yang relatif tinggi dan berkorelasi dengan
karakteristik demografis tertentu. WebGIS yang dikembangkan
mampu menyajikan peta interaktif dan informasi statistik secara komprehensif,
hal ini mendukung pengambilan keputusan dalam penentuan prioritas wilayah
intervensi dan perencanaan kebijakan penanganan diabetes melitus.
Diabetes mellitus (DM) is a
non-communicable disease that represents a major public health concern, with a
continuously increasing prevalence in Indonesia, including Klaten Regency,
Central Java Province. The spatial distribution of diabetes mellitus cases is
influenced not only by clinical factors but also by demographic and spatial
characteristics, such as age structure, sex, population density, and access to
healthcare facilities. The limited availability of information systems that
integrate population and health data in a spatial framework has constrained the
identification of high-risk areas and the planning of place-based health
interventions.
This study aims to analyze the
spatial distribution of diabetes mellitus risk in Klaten Regency and to develop
a WebGIS-based system to integrate and visualize demographic and health data in
an interactive and informative manner. The research methods include system
development using the waterfall approach, collection of demographic and
diabetes mellitus case data, and spatial analysis using Moran’s I, Getis-Ord
Gi*, overlay analysis, demographic distribution analysis, accessibility
analysis, and cluster analysis using the K-Means method. The analytical results
are integrated into a WebGIS platform developed with the Laravel 12 framework,
supported by Mapbox, JavaScript, and a MySQL database.
The results indicate significant spatial patterns in the distribution of diabetes mellitus, where several areas form clusters with relatively high risk levels that correlate with specific demographic characteristics. The developed WebGIS is capable of presenting interactive maps and comprehensive statistical information, thereby supporting decision-making in prioritizing intervention areas and formulating diabetes mellitus management policies.
Kata Kunci : Diabetes Melitus, WebGIS, Analisis Spasial, Demografi, Kabupaten Klaten