Persepsi Successful Aging Pada Lansia Jawa (Kasus Di Kalurahan Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)
Yusuf Amri, Drs. Pande Made Kutanegara, M.Si., Ph.D.; Ratih Fitria Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D.
2026 | Disertasi | S3 Kependudukan
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan untuk menjelaskan persepsi successful aging dari lansia Jawa di Kalurahan Girikerto; mendeskripsikan karakteristik sosial, ekonomi, dan demografi lansia; dan menganalisis pengaruh variabel sosial, ekonomi, dan demografi terhadap successful aging. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) yaitu sequential exploratory. Metode campuran ini dilakukan dalam dua tahap yaitu kualitatif sebagai tahap pertama untuk merumuskan konsep successful aging berdasarkan persepsi lansia; dan kuantitatif sebagai tahap kedua untuk mendeskripsikan karakteristik sosial, ekonomi, dan demografi lansia dan menganalisis pengaruh variabel sosial, ekonomi, dan demografi terhadap successful aging. Kalurahan Girikerto dipilih karena (1) merupakan Desa Mandiri Budaya yang masih memegang nilai-nilai budaya Jawa; (2) memiliki persentase lansia yang relatif tinggi dibanding desa-desa lain; (3) memiliki sistem pelayanan dan penanganan lansia berbasis komunitas yang sudah berjalan dan menjadi desa percontohan.
Unit analisis penelitian ini adalah individu lansia. Teknik pengambilan sampel untuk tahap kuantitatif dilakukan dengan simple random sampling sehingga semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih. Formula yang digunakan untuk menghitung jumlah responden adalah Krejcie & Morgan dan menghasilkan 274 responden dari total 877 populasi lansia pada kelompok umur 60-74 tahun. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Data kuantitatif diinput dan diolah dengan software SPSS 23. Analisis statistik deskriptif dan inferensia berupa regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data. Sementara untuk tahap kualitatif, informan dipilih dengan teknik snowball sampling yang dimulai dengan memilih satu informan kunci. Pengumpulan data untuk kualitatif dilakukan dengan dua cara yaitu wawancara mendalam (in depth interview) dan Focus Group Discussion (FGD). Data kualitatif diinput dan diolah menggunakan bantuan software Atlas.ti 9.3. Jenis analisis kualitatif yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif.
Hasil studi menunjukkan bahwa persepsi successful aging dari lansia Jawa di Girikerto meliputi: religiusitas, sehat fisik dan mental, mandiri aktivitas dan finansial, memandirikan anak, penerimaan (nrimo ing pandum), ikatan dan hubungan sosial yang baik, dan hidup bahagia. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, faktor sosial, ekonomi, dan demografi yang berpengaruh signifikan terhadap successful aging adalah tingkat penghasilan, keluhan kesehatan, keterlibatan dalam kegiatan sosial, dan kepemilikan hutang.
This study aims to explain the perception of successful aging among
Javanese elderly people in Kalurahan Girikerto, describe the social, economic,
and demographic characteristics of the elderly, and analyze the influence of
social, economic, and demographic variables on successful aging. This study
uses a mixed method, namely sequential exploratory. This mixed method was
conducted in two stages, namely qualitative as the first stage to formulate the
concept of successful aging based on the perceptions of the elderly and
quantitative as the second stage to describe the social, economic, and
demographic characteristics of the elderly and analyze the influence of social,
economic, and demographic variables on successful aging. Girikerto Village was
chosen because (1) it is a culturally independent village that still upholds
Javanese cultural values; (2) it has a relatively high percentage of elderly
people compared to other villages; and (3) it has an established
community-based elderly care and service system and is a model village.
The unit of analysis in this study is the elderly individual. The
sampling technique for the quantitative stage was simple random sampling so
that all members of the population had an equal chance of being selected. The formula
used to calculate the number of respondents was Krejcie & Morgan, which
resulted in 274 respondents from a total population of 877 elderly people in
the 60-74 age group. Quantitative data collection was carried out through
structured interviews using questionnaires. Quantitative data was input and
processed using SPSS 23 software. Descriptive and inferential statistical
analyses in the form of multiple linear regressions were used to analyze the
data. Meanwhile, for the qualitative stage, informants were selected using the
snowball sampling technique, which began with selecting one key informant. Data
collection for qualitative analysis was carried out in two ways, namely
in-depth interviews and focus group discussions (FGD). Qualitative data was inputted
and processed using Atlas.ti 9.3 software. The type of qualitative analysis
used was descriptive qualitative analysis.
The results of the study show that the perception of successful
aging among Javanese elderly people in Girikerto includes religiosity, physical
and mental health, independence in activities and finances, independence from
children, acceptance (nrimo ing pandum), good social ties and relationships,
and a happy life. Based on the results of multiple linear regression tests, the
social, economic, and demographic factors that significantly influence successful
aging are income level, health complaints, involvement in social activities,
and debt ownership.
Kata Kunci : lansia Jawa, komunitas lokal, successful aging