Laporkan Masalah

Komunikasi Strategis Model Participatory Action Research pada Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Desa Wisata Kampoeng Djadhoel Semarang

Rotumiar Pasaribu, Ir. Endang Sulastri, S. Pt., M.A., Ph.D., IPM.; Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih

2026 | Disertasi | S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Pembangunan Desa Wisata Kampoeng Djadhoel Semarang belum menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengambilan keputusan dalam program pembangunan meskipun telah menerima berbagai program pengembangan yang dilaksanakan oleh berbagai pemangku kepentingan lainnya sesuai konsep pariwisata berbasis masyarakat. Program pembangunan tersebut masih didominasi oleh pendekatan atas-bawah yang menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat sehingga partisipasi masyarakat belum berlangsung secara optimal. Penelitian ini mengembangkan konstruksi komunikasi strategis melalui model Participatory Action Research (PAR) sebagai pendekatan komunikasi yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengeksplorasi implementasi keterampilan komunikasi yang diterapkan melalui konsep PAR sebagai proses komunikasi strategis dalam pembangunan pariwisata berbasis masyarakat; (2) menganalisis elaborasi konseptual komunikasi strategis dan PAR dalam pembangunan pariwisata berbasis masyarakat; serta (3) mentransformasi pendekatan komunikasi konstitutif melalui konstruksi Komunikasi Strategis Model PAR yang berkelanjutan sebagai landasan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif melalui metode PAR. PAR diposisikan tidak hanya sebagai metode penelitian, tetapi juga sebagai model implementasi komunikasi strategis sekaligus kerangka konseptual dan kerangka analisis dalam memahami dinamika pembangunan masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, FGD, dokumentasi, serta pelaksanaan program peningkatan keterampilan komunikasi. Analisis data dilakukan sesuai dengan siklus PAR. Validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode menurut Denzin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan komunikasi menjadi bentuk intervensi strategis yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan desa wisata. Implementasi komunikasi strategis melalui siklus PAR menghasilkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, tumbuhnya kemampuan refleksi kolektif, dan meningkatnya kolaborasi antaraktor, serta berkembangnya kemandirian masyarakat dalam merancang dan melaksanakan program pembangunan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa komunikasi strategis berbasis PAR mampu mentransformasi partisipasi masyarakat dari yang semula bersifat instrumental menuju partisipasi transformatif melalui proses dialog, pembelajaran bersama, tindakan kolektif, dan refleksi yang berlangsung secara berkelanjutan sebagai perwujudan implemntasi kajian komunikasi konstitutif.

The development of Desa Wisata Kampoeng Djadhoel Semarang has not fully positioned local communities as the primary actors in development decision-making despite various development programs implemented by multiple stakeholders under the principles of Community-Based Tourism (CBT). These initiatives have largely followed a top-down approach, treating communities as beneficiaries rather than active participants, thereby limiting meaningful community engagement. This study develops a strategic communication framework through the Participatory Action Research (PAR) model, positioning local communities as the central actors in community-based tourism development. The objectives are to: (1) explore the implementation of communication skills through PAR as a strategic communication process in community-based tourism development; (2) examine the conceptual integration of strategic communication and PAR within the CBT context; and (3) develop a constitutive strategic communication model based on PAR as a sustainable foundation for community-based tourism development.

This study adopts a constructivist paradigm using a qualitative Participatory Action Research approach. PAR is conceptualized not only as a research methodology but also as a strategic communication model, a conceptual framework, and an analytical framework for community development. Data were collected through observations, in-depth interviews, focus group discussions, documentation, communication skills training and analyzed following the PAR cycle. Data credibility was ensured through source and methodological triangulation.

The findings demonstrate that communication skills development functions as a strategic intervention that strengthens community capacity and participation in tourism development. Strategic communication implemented through the PAR cycle enhances collective decision-making, collaborative reflection, stakeholder collaboration, and community autonomy. Furthermore, the study shows that PAR transforms community participation from an instrumental process into transformative participation through continuous dialogue, collective learning, collaborative action, and critical reflection, thereby operationalizing constitutive communication in community-based tourism development.

Kata Kunci : Komunikasi Strategis, Participatory Action Research, Pariwisata Berbasis Masyarakat, Keterampilan Komunikasi.

  1. S3-2026-524845-abstract.pdf  
  2. S3-2026-524845-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-524845-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-524845-title.pdf