Laporkan Masalah

Studi pelepasan In Vitro Ibuprofen dari sistem matriks kombinasi Zanthan Gum-Locust Bean Gum dan Xanthan Gum Kalsium Sulfat dalam bentuk Tablet

HADISOEWIGNYO, Lannie, Prof.Dr. Achmad Fudholi, DEA.,Apt

2005 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Ibuprofen merupakan obat golongan AINS (Antiinflamasi nonsteroid) yang sering digunakan dengan frekuensi penggunaan berulangkali dalam sehari sehingga dapat menyebabkan resiko lupa meminum obat pada pasien. Selain itu efek samping yang dimiliki oleh ibuprofen adalah gangguan saluran cerna dimana efek samping ini dapat meningkat dengan penggunaan obat yang berulangkali. Oleh karena itu banyak penelitian yang dikerjakan untuk memperoleh sistem pelepasan ibuprofen yang terkontrol. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelepasan ibuprofen secara in vitro dari matriks kombinasi yang menggunakan polimer hidrofilik, xanthan gum dengan locust bean gum maupun kalsium sulfat. Pada penelitian ini, dibuat enam formula tablet ibuprofen yang diperlakukan dengan dua cara berbeda. Pertama, formula dicetak untuk menghasilkan tablet dengan kekerasan yang sama. Kedua, formula dicetak dengan tekanan kompresi sama yang kemungkinan menghasilkan tablet dengan kekerasan yang berbeda. Formula I, II dan III menggunakan matriks kombinasi xanthan gum dan locust bean gum (1:½, 1:1, 1:1½) sedangkan formula IV, V dan VI menggunakan matriks kombinasi xanthan gum dan kalsium sulfat (1:½, 1:1, 1:1½). Tablet yang diperoleh diuji sifat fisis dan karakteristik disolusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan menggunakan matriks kombinasi xanthan gum-locust bean gum memiliki sifat kompaktibilitas yang berbeda dengan kombinasi xanthan gum-kalsium. Waktu hancur dari tablet ibuprofen sangat dipengaruhi oleh kekerasan tabletnya. Konsentrasi dari kalsium sulfat yang ditambahkan tidak mempengaruhi waktu hancur tablet tetapi konsentrasi locust bean gum mempengaruhi waktu hancur tablet. Dari grafik profil disolusi yang ada, matriks kombinasi xanthan gum dan kalsium sulfat lebih menguntungkan sebagai matriks tablet lepas lambat ibuprofen karena konsentrasi dari kalsium sulfat yang ditambahkan tidak mempengaruhi profil pelepasan obatnya. Kinetika pelepasan obat pada matriks kombinasi xanthan gum dan locust bean gum cenderung orde nol dengan mekanisme yang dominan adalah erosi. Sedangkan pada matriks kombinasi xanthan gum dan kalsium sulfat cenderung orde satu dan mekanismenya adalah difusi.

Ibuprofen is NSAIDs (non-steroidal anti-inflammatory drugs) type of medicine that is often used so frequently in a day that is can cause the patient to forget to take it. Besides it may cause gastro intestinal disturbances, which increase whith the frequent of use. Many studies have been undertaken to obtain ibuprofen controlled release systems. Based on this, this study is done to find out the in vitro release kinetic of ibuprofen from matrix combination by using hydrophilic polymer that is xanthan gum which is combined with locust bean gum or calcium sulphate. In this research there were six formulas sustained release ibuprofen tablet that were treated in two different ways. The first formula was compressed to produce equal hardness of the tablets. The second was made by the same compression pressure with possible different hardness. Formula I, II and III used matrix combination of xanthan gum and locust bean gum (1:½, 1:1, 1:1½), while formula IV, V and VI used matrix combination of xanthan gum and calcium sulphate (1:½, 1:1, 1:1½). Afterward, the physical and dissolution characteristics of the tablet were examined. The results showed that the compactibility of matrix combination of xanthan gum and locust bean gum was different from the matrix combination of xanthan gum and calcium sulphate. The disintegration time from sustained release ibuprofen tablet was effected by the tablet hardness. The consentration of calcium sulphate which was added did not influenced the disintegration time. However the consentration of locust bean gum influenced the disintegration time. Concerning the profile dissolution graphic, matrix combination of xanthan gum and calcium sulphate more appropriate as sustained released matrix because of consentration of calcium sulphate which was added did not influenced the release profile. Kinetic drug released in matrix combination of xanthan gum and locust bean gum tend to zero order with dominant mechanism was erosion, while in matrix combination of xanthan gum and calcium sulphate tend first order and the mechanism was diffusion.

Kata Kunci : ibuprofen, xanthan gum, locust bean gum, kalsium sulfat, disolusi, tablet lepas lambat, calcium sulphate, dissolution, sustained release tablet


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.