Rekayasa Desain dan Modifikasi Permukaan Implan Gigi CP-Ti melalui metode Sandblasting dan Anodizing untuk Peningkatan Sifat Mekanik dan Osseointegrasi
Eko Budiyanto, Prof. Dr. Ir. Kusmono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.; Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.; Dr. drg. Maria Goreti Widiastuti, Sp.BM (K).
2026 | Disertasi | S3 Teknik Mesin
Kegagalan implan masih dapat terjadi akibat distribusi tegangan yang tidak optimal serta karakteristik permukaan yang kurang mendukung proses osseointegrasi. Meskipun berbagai penelitian telah mengembangkan desain implan maupun modifikasi permukaan titanium, kajian mengenai pengembangan desain implan berbasis data morfometri pasien Indonesia serta optimasi perlakuan permukaan commercially pure titanium (CP-Ti) untuk aplikasi implan gigi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain implan berbasis data morfometri tulang rahang pasien Indonesia dan mengevaluasi pengaruh perlakuan sandblasting, anodizing, serta kombinasi keduanya terhadap karakteristik permukaan, respon biologis, dan potensi osseointegrasi.
Metode penelitian meliputi empat tahapan utama, yaitu desain dan simulasi implan berbasis data CT-scan tulang rahang pasien Indonesia dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menggunakan analisis numerik, perlakuan permukaan dengan sandblasting, perlakuan anodizing, serta kombinasi sandblasting–anodizing untuk menghasilkan efek sinergis. Pada tahap desain, dilakukan variasi pada parameter cuff dan jenis ulir. Proses sandblasting dilakukan dengan memvariasikan media blasting dan waktu, sedangkan proses anodizing dilakukan dengan memvariasikan tegangan dan waktu yang dioptimasi menggunakan metode response surface methodology (RSM). Proses kombinasi sandblasting–anodizing menggunakan parameter optimum yang diperoleh dari masing-masing perlakuan sebelumnya. Evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui pengujian kekasaran permukaan, kekerasan mikro, wettability, ketahanan korosi, uji sitotoksisitas menggunakan metode MTT assay, serta karakterisasi menggunakan SEM-EDX dan XRD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi desain menghasilkan diameter cuff optimum sebesar 7 mm dan desain ulir bergelombang (wave thread, Model B) sebagai konfigurasi terbaik, dengan tegangan maksimum sebesar 7,792 MPa pada tulang kortikal dan 0,671 MPa pada tulang kanselus. Perlakuan sandblasting meningkatkan kekasaran permukaan hingga sekitar 2 µm dan meningkatkan kekerasan mikro sebesar ±30–300% dibandingkan material tanpa perlakuan. Anodizing menghasilkan lapisan oksida TiO2 dengan fasa anatase dan rutile serta menurunkan laju korosi dari 27,1 × 10-4 menjadi 1,48 × 10-4 mmpy. Kombinasi sandblasting–anodizing memberikan performa permukaan terbaik dengan kekasaran terkontrol sekitar 2 µm, kekerasan mencapai 501 HV, dan sudut kontak terendah sebesar 49,72°. Hasil MTT assay menunjukkan bahwa seluruh sampel tidak bersifat sitotoksik (viabilitas sel >90%), dengan nilai tertinggi mencapai 148,01% pada perlakuan kombinasi. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan desain implan berbasis data morfometri pasien Indonesia serta optimasi perlakuan permukaan CP-Ti yang mampu meningkatkan sifat fisik, mekanik, elektrokimia, dan biologis untuk mendukung osseointegrasi dan pengembangan implan gigi dalam negeri.
Kata Kunci : anodizing, CP-Ti, desain, implan gigi, MTT assay, osseointegrasi, sandblasting