Motilitas Colon dan Ekspresi Penanda Penuaan pada Tikus Sprague Dawley Jantan yang Diinduksi D-galaktosa
Cherry Azaria, Dra. Dewajani Purnomosari, MSc., PhD; Rina Susilowati, dr., PhD.
2026 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
Latar belakang: Penuaan merupakan proses kompleks yang ditandai oleh penghentian siklus sel, perubahan struktur nucleus, dan peningkatan Senescence-Associated Secretory Phenotype (SASP). Induksi D-galaktosa (D-gal) banyak digunakan sebagai model penuaan eksperimental, namun karakteristik perubahan penuaan pada colon masih belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penuaan colon secara komprehensif melalui pendekatan fisiologis, histologis, dan molekuler pada model tikus yang diinduksi D-galaktosa.
Metode: Tikus jantan Sprague Dawley, 12 minggu (n=12) dibagi menjadi kelompok kontrol dan D-gal (100 mg/kgBB/hari selama 6 minggu). Parameter fisiologis meliputi waktu transit colon dan jumlah feses. Analisis struktur dilakukan dengan pewarnaan hematoksilin-eosin dan imunohistokimia terhadap p16INK4a, LMNB1, dan IL-1?. Analisis molekuler dilakukan menggunakan RT-qPCR untuk gen p53, Cdkn1a, Il-6, Il-1?, dan Lmnb1.
Hasil: Pada kelompok D-gal didapatkan pemendekan waktu transit colon (p<0>
Simpulan: Induksi D-galaktosa 100 mg/ kgBB/ hari selama 6 minggu memicu penuaan awal pada colon yang ditandai oleh perubahan fungsional, struktural, dan molekuler, serta peningkatan aktivitas inflamasi.
Background: Aging is a complex process characterized by cell cycle arrest, alterations in nuclear structure, and increased Senescence-Associated Secretory Phenotype (SASP). D-galactose (D-gal) induction is widely used as an experimental aging model; however, the characteristics of aging-related changes in the colon remain incompletely understood. This study aimed to comprehensively evaluate colonic aging through physiological, histological, and molecular approaches in a D-galactose-induced rat model.
Methods: Twelve-week-old male Sprague Dawley rats (n=12) were divided into control and D-gal groups receiving D-galactose (100 mg/kgBW/day for 6 weeks). Physiological parameters included colonic transit time and fecal output. Structural analysis was performed using hematoxylin-eosin staining and immunohistochemistry for p16INK4a, LMNB1, and IL-1?. Molecular analysis was conducted using RT-qPCR for p53, Cdkn1a, Il-6, Il-1?, and Lmnb1 genes.
Results: The D-gal group showed shortened colonic transit time (p<0>
Conclusion: D-galactose induction at 100 mg/kgBW/day for 6 weeks induced early colonic aging characterized by functional, structural, and molecular alterations, as well as increased inflammatory activity.
Kata Kunci : colon, D-galaktosa, penuaan tahap awal, struktur, molekuler