Laporkan Masalah

Analisis Perbandingan Biaya Operasional Laboratorium Antara Model Kerja Sama Operasional (KSO) Pembelian Reagen Dengan KSO Skema Cost Per Reportable Result (CPRR) Di Rumah Sakit “JIH” Yogyakarta

Cita Aulia Nisa, Dr. dr. Andaru Dahesih Dewi, M.Kes., Sp.PK.(K)

2026 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Latar Belakang: Pelayanan laboratorium merupakan salah satu cost center utama di rumah sakit sehingga pemilihan model pembiayaan yang efisien menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan. Rumah Sakit “JIH” Yogyakarta mengubah skema Kerja Sama Operasional (KSO) laboratorium dari KSO pembelian reagen pada tahun 2024 menjadi KSO Cost Per Reportable Result (CPRR) pada tahun 2025.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan biaya operasional laboratorium pada kedua skema serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi biaya operasional. 

Metode: Penelitian menggunakan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif menggunakan data sekunder operasional dan keuangan laboratorium periode tahun 2024–2025 yang dianalisis secara deskriptif dan komparatif menggunakan paired t-test. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci dari laboratorium, procurement, finance and accounting, serta legal untuk menjelaskan hasil kuantitatif.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan skema Cost Per Reportable Result (CPRR) memberikan efisiensi biaya operasional laboratorium dibandingkan KSO pembelian reagen. Penurunan biaya terutama terjadi pada komponen reagen, kalibrator, kontrol kualitas, bahan medis habis pakai, serta biaya pemeliharaan yang terintegrasi dalam tarif Cost Per Reportable Result (CPRR). Selain menghasilkan cost per test yang lebih rendah, skema CPRR meningkatkan kepastian biaya, mengurangi risiko waste dan kadaluarsa reagen, serta menyederhanakan pencatatan biaya. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa efisiensi tersebut dipengaruhi oleh mekanisme kontrak berbasis output, pembagian tanggung jawab operasional yang lebih jelas, serta pengelolaan logistik oleh mitra KSO.

Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa skema Cost Per Reportable Result (CPRR) merupakan alternatif pembiayaan laboratorium yang lebih efisien dan berpotensi mendukung pengelolaan biaya yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan pada rumah sakit.

Background: Clinical laboratory services represent one of the major cost centers in hospitals; therefore, selecting an efficient financing model is essential to ensure the sustainability of healthcare services. In 2025, JIH Hospital Yogyakarta transitioned its laboratory Operational Cooperation (Kerja Sama Operasional/KSO) scheme from a reagent procurement model implemented in 2024 to a Cost Per Reportable Result (CPRR) scheme.

Objective: This study aimed to compare laboratory operational costs between the two financing schemes and to identify factors influencing operational cost efficiency.

Methods: This study employed a mixed-methods approach using a sequential explanatory design. The quantitative phase analyzed secondary operational and financial data from the laboratory for the 2024–2025 period using descriptive statistics and paired t-test. The qualitative phase involved in-depth interviews with key informants from the laboratory, procurement, finance and accounting, and legal departments to further explain the quantitative findings.

Results: The findings demonstrated that the implementation of the Cost Per Reportable Result (CPRR) scheme improved laboratory operational cost efficiency compared with the reagent procurement KSO model. Cost reductions were primarily observed in reagent expenses, calibrators, quality control materials, medical consumables, and equipment maintenance, all of which were integrated into the CPRR tariff. In addition to lowering the cost per test, the CPRR scheme enhanced cost predictability, minimized reagent waste and expiration risks, and simplified cost recording and financial administration. Qualitative findings indicated that these efficiencies were driven by an output-based contractual mechanism, clearer allocation of operational responsibilities, and integrated logistics management by the KSO partner.

Conclusion: The Cost Per Reportable Result (CPRR) scheme is a more efficient laboratory financing model than the conventional reagent procurement KSO scheme and has the potential to support more transparent, accountable, and sustainable laboratory cost management in hospitals.

Kata Kunci : Cost Per Reportable Result (CPRR), Kerja Sama Operasional (KSO), biaya operasional laboratorium, cost per test, efisiensi biaya.

  1. S2-2026-545759-abstract.pdf  
  2. S2-2026-545759-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-545759-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-545759-title.pdf