PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENGENALAN SUSTAINABLE LIVELIHOOD FRAMEWORK DAN PERANCANGAN STRATEGI KELUAR PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI KEPULAUAN ANAMBAS
TUZHARA RAMADHANTY MAJID, Popi Irawan, S.S., M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Antropologi
Program Ketahanan Pangan oleh Medco E&P Natuna Ltd., yang menyasar petani di Pulau Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas hampir memasuki masa akhirnya. Namun, para petani tersebut belum memiliki langkah untuk melanjutkan penghidupan mereka tanpa dukungan perusahaan. Untuk menghasilkan strategi keluar yang dibutuhkan, pertama-tama saya berusaha mengenal konteks penghidupan para petani melalui etnografi—observasi partisipatif dan wawancara, kemudian dengan metode participatory action research saya memperkenalkan sustainable livelihood framework dan mengajak mereka untuk mengidentifikasi aspek-aspek di dalamnya. Melalui identifikasi tersebut, petani dapat merefleksikan bentuk strategi penghidupan yang mutakhir karena sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Fasilitasi yang dilakukan menghasilkan serangkaian data terkait aset manusia dan aset sosial yang masih lebih lemah dari aset lainnya, kurangnya kolaborasi kelembagaan dan pembentukan serta penerapan kebijakan dari bawah ke atas, hingga berbagai guncangan, tren, dan musiman yang dihadapi para petani dampingan kemudian dihubungkan untuk menghasilkan rancangan strategi keluar. Rancangan tersebut kemudian dituangkan ke dalam format ringkasan kebijakan, sebagai upaya memberikan ruang kepada para petan untuk terlibat dalam pembuatan kebijakan, meskipun tidak secara langsung namun memungkinkan terjadinya keberlanjutan penghidupan di sektor pertanian yang berkelanjutan.
Program Ketahanan Pangan run by Medco E&P Natuna Ltd., which targets farmers on Matak Island in the Kepulauan Anambas Regency, is nearing its conclusion. However, these farmers have not yet devised a plan to sustain their livelihoods without the company’s support. To develop the necessary exit strategy, I first sought to understand the context of the farmers’ livelihoods through ethnography— participatory observations and interviews—and then, using participatory action research methods, I introduced the sustainable livelihood framework and encouraged them to identify its various aspects. Through this identification process, farmers can develop contemporary livelihood strategies that are tailored to their specific circumstances and needs. The facilitation process has yielded a body of data indicating that human and social assets remain weaker than other assets and highlighting a lack of institutional collaboration and the formulation and implementation of bootom-up policies. The various shocks, trends, and seasonal fluctuations faced by the farmers receiving support were then analysed to develop an exit strategy. This strategy was subsequentlyset out in the form of policy summary, as an effort to provide farmers with the opportunity to participate ini policy amking— albeit not directly—thereby enabling the sustainability of livelihoods within the agricultural sector.
Kata Kunci : petani, Program Ketahanan Pangan, sustainable livelihood framework, strategi keluar.