Peran dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan dalam Proses Komunikasi Pemasaran di Pantai Goa Cemara
Oktaviana Listyawati, Yulia Arisnani Widyaningsih, M.B.A., Ph.D. ; Dr. techn. Khabib Mustofa, S.Si., M.Kom.
2026 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata
Destinasi wisata dengan
jumlah kunjungan wisatawan yang rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor,
seperti atraksi, aksesibilitas, fasilitas, pelayanan, dan pemasaran yang belum
optimal. Pemasaran memerlukan komunikasi pemasaran yang melibatkan pengelola
dan pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan pemasaran. Kondisi tersebut
ditemukan di Pantai Goa Cemara yang memiliki atraksi, aksesibilitas, fasilitas,
dan pelayanan yang optimal, namun komunikasi pemasarannya belum optimal. Penelitian
ini mengkaji peran dan kolaborasi pemangku kepentingan dalam proses dan
kriteria optimalisasi dalam komunikasi pemasaran di Pantai Goa Cemara. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi,
studi pustaka, dan dokumen, kemudian dianalisis melalui pengumpulan, reduksi,
penyajian, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan, yang dilengkapi dengan teknik
analisis tematik dan teknik analisis konten secara komplementer.
Kemudian, pemangku
kepentingan seperti pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan media
telah berkolaborasi dalam proses komunikasi pemasaran yang disesuaikan dengan kolaborasi
masing-masing melalui tahapan assembling, ordering, implementation,
evaluation, dan transformation. Namun pelaksanaannya belum
sepenuhnya optimal berdasarkan kriteria Top down Communications Optimization
Model. Lebih lanjut, pada tahap assembling, kriteria commonality
dan complementarity belum terbentuk arah komunikasi pemasaran yang sama.
Pada tahap ordering, kriteria commonality dan contribution
belum terbentuk kesepakatan dan penyelarasan kontribusi. Pada tahap implementation,
kriteria commonality dan cross effects masih berjalan
parsial, dan strategi bersama belum terintegrasi. Pada tahap evaluation,
kriteria contribution dan conformability masih menggunakan
indikator berbeda. Pada tahap transformation, kriteria commonality
dan conformability masih bergantung pada setiap dinamika kolaborasi.
Tourist
destinations with low visitor numbers may be influenced by various factors,
such as attractions, accessibility, facilities, services, and suboptimal
marketing. Marketing requires marketing communication involving destination
managers and stakeholders to achieve marketing objectives. This condition is
found at Goa Cemara Beach, which has optimal attractions, accessibility,
facilities, and services; however, its marketing communication remains
suboptimal. This study examines the roles and collaboration of stakeholders in
the processes and optimization criteria of marketing communication at Goa
Cemara Beach. Data were collected through interviews, observations, literature
reviews, and document analysis, and were subsequently analyzed through data
collection, data reduction, data presentation, verification, and conclusion
drawing, complemented by thematic analysis and content analysis techniques.
The
results show that stakeholders, such as the government, community, and media,
play roles in the marketing communication process. However, its implementation
has not been fully optimal based on the criteria of the Top-down Communications
Optimization Model. Based on these criteria, commonality indicates that media
use has not yet been integrated. Furthermore, coverage indicates that tourist
segmentation remains general, while complementarity indicates that coordination
and management are still conducted partially. Meanwhile, conformability
indicates that tourist feedback has not yet been utilized as an evaluation
input.
Furthermore,
stakeholders, including the government, community, academics, business actors,
and media, have collaborated in the marketing communication process, with their
collaboration adapted to their respective roles through the stages of
assembling, ordering, implementation, evaluation, and transformation. However,
its implementation has not been fully optimal based on the criteria of the
Top-down Communications Optimization Model. Furthermore, at the assembling
stage, the commonality and complementarity criteria have not established a
common direction for marketing communication. At the ordering stage, the
commonality and contribution criteria have not established agreement and
alignment of contributions. At the implementation stage, the commonality and
cross-effects criteria remain partial, and the joint strategy has not been
integrated. At the evaluation stage, the contribution and conformability
criteria still use different indicators. At the transformation stage, the
commonality and conformability criteria still depend on the dynamics of each
collaboration.
Kata Kunci : peran, kolaborasi, pemangku kepentingan, komunikasi pemasaran, optimalisasi komunikasi pemasaran