Laporkan Masalah

Dinamika Kelompok Peternak dalam Pembangunan Peternakan pada Masyarakat Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat

Riza Andesca Putra, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S.; Prof. Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPU.

2026 | Disertasi | S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Kelompok peternak di Sumatera Barat masih terjebak pada kondisi stagnan dan belum mampu berperan optimal dalam mendukung pembangunan peternakan, khususnya pada aspek teknis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis dinamika kelompok peternak dalam pembangunan peternakan pada masyarakat Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat, (2) menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap dinamika kelompok peternak, dan (3) merumuskan model strategi pengembangan dinamika kelompok peternak dalam pembangunan peternakan pada masyarakat Minangkabau.

Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Pesisir Selatan, Sijunjung, dan Lima Puluh Kota, dengan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif. Sampel ditentukan melalui multi stage random sampling terhadap 42 kelompok peternak sapi potong penerima bantuan pemerintah, dengan 210 responden yang terdiri atas pengurus dan anggota kelompok. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan capaian dinamika kelompok, serta Structural Equation Modeling (CB-SEM) dengan bantuan AMOS untuk menguji pengaruh faktor internal dan eksternal, dan selanjutnya digunakan sebagai dasar perumusan model strategi pengembangan kelompok.

Hasil penelitian menunjukkan dinamika kelompok peternak tergolong rendah (38,83%), dengan capaian aspek teknis dan ekonomi yang rendah, sementara aspek sosial tergolong sedang. Faktor internal dan eksternal kelompok terbukti berpengaruh signifikan terhadap dinamika kelompok (p=0,000), namun pengaruh faktor internal jauh lebih kuat (?=0,830) dibandingkan faktor eksternal (?=0,287). Model struktural yang dihasilkan mampu menjelaskan 89,4% varians dinamika kelompok (R²=0,894). Berdasarkan temuan ini dirumuskan enam area prioritas strategi pengembangan kelompok: penguatan interaksi kelompok, penegakkan norma kelompok, pengoptimalan peran anggota, peningkatan motivasi anggota, pengaktifan peran media sosial, dan penguatan keterlibatan Ninik Mamak. Kebaruan penelitian berupa transformasi peran Ninik Mamak dari peran menyeluruh menjadi peran selektif dalam pembangunan peternakan.

Livestock farmer groups in West Sumatra remain stagnant and have not played an optimal role in livestock development, particularly in technical, social, and economic aspects. This study aims to: (1) analyze farmer group dynamics in livestock development among the Minangkabau community in West Sumatra, (2) analyze the influence of internal and external factors on these dynamics, and (3) formulate a strategic development model for farmer group dynamics in livestock development among the Minangkabau community.

The research was conducted in three regencies in West Sumatra, namely Pesisir Selatan, Sijunjung, and Lima Puluh Kota, using a quantitative approach supported by qualitative data. The sample was determined through multi-stage random sampling of 42 beef cattle farmer groups receiving government assistance, involving 210 respondents, administrators and members. Data were collected through questionnaires, interviews, observation, and documentation, analyzed using descriptive statistics and Structural Equation Modeling (CB-SEM) with AMOS to examine internal and external factors, forming the basis for the strategy model.

Results show farmer group dynamics fall into the low category (38.83%), with low technical and economic achievement, while the social aspect is moderate. Internal and external factors significantly influence group dynamics (p=0.000), though internal factors (?=0.830) are stronger than external factors (?=0.287). The structural model explains 89.4% of group dynamics variance (R²=0.894). Six strategies were formulated: strengthening group interaction, enforcing group norms, optimizing member roles, enhancing member motivation, activating social media, and strengthening Ninik Mamak involvement. The novelty lies in the transformation of Ninik Mamak's role from comprehensive to selective in livestock development.

Kata Kunci : group dynamics, livestock development, Minangkabau community, Ninik Mamak, SEM

  1. S3-2026-509857-abstract.pdf  
  2. S3-2026-509857-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-509857-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-509857-title.pdf