Laporkan Masalah

Hubungan Pemeriksanaan Retinometri sebelum Operasi dengan Tajam Penglihatan sesudah Operasi Katarak Metode Fakoemulsifikasi di RS Mata YAP

Novianti Primasari , Dr. Retno Ekantini, SpM, Mkes.; dr. Hartono, SpM(K)

2007 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan utama di dunia. WHO memperkirakan bahwa pada tahun 1990 terdapat 38 juta penderita kebutaan, 41,8% nya atau 16 juta dikarenakan oleh katarak. Kebutaan didefinisikan dengan tajam penglihatan dengan koreksi terbaik kurang dari 10/200 (3/60) pada mata yang paling sehat. Katarak adalah kekeruhan lensa. Derajat kepadatan katarak tidak sama dan penyebabnya bisa bermacam-macam, tetapi umumnya berkaitan dengan umur. Lensa yang sedang dalam pembentukan katarak ditandai oleh adanya sembab lensa, perubahan protein, nekrosis dan terganggunya kesinambungan normal serabut-serabut lensa. Pada umumnya terjadinya perubahan lensa sesuai dengan tahap perkembangan katarak. Retinometri adalah salah satu cara pengukuran untuk mengetahui fungsi retina. Tolok ukur fungsi retina yang baik adalah fungsi penglihatan yang baik yang biasa disebut visus. Tetapi visus yang tidak baik bukan berarti mencerminkan fungsi retina yang jelek. Pemeriksaan fungsi retina pada adanya kekeruhan media refrakta seperti katarak yang padat atau perdarahan masif di vitreus menjadi sangat sulit Dari hasil penelitian, dari jumlah pasien operasi katarak di RS Mata dr. Yap sebanyak 100 orang dengan jumlah pasien laki-laki sebanyak 57 orang (57%) dan pasien perempuan sebanyak 43 orang (43%) diketahui bahwa sebagian besar pasien merupakan penderita katarak senilis insipien sebanyak 74 (74%) orang, kemudian katarak senilis imatur sebanyak 15 orang (15%), dan katarak senilis matur sebanyak 11 orang (11%). Dari data didapatkan bahwa penderita diabetes sebanyak 34 orang (34%), dan yang tidak menderita diabetes sebanyak 66 orang (66%). Kemudian juga didapatkan data mengenai hipertensi dengan penderita hipertensi sebanyak 38 orang (38%), dan yang tidak menderita hipertensi sebanyak 62 orang (62%). Dari 100 pasien, paling banyak berasal dari kelompok usia diatas 65 tahun sebanyak 45 orang (45%), kemudian diikuti kelompok usia 55-65 tahun sebanyak 32 orang (32%) dan 45-55 tahun sebanyak 23 orang (23%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa umur, jenis kelamin, penderita diabetes dan hipertensi sebagai faktor-faktor yang digunakan untuk penelitian tidak begitu berpengaruh pada hasil retinometri dan visus sesudah operasi.

-

Kata Kunci : Penyakit mata, katarak, kebutaan

  1. S1-FKU-2007-164934-Novianti-Primasari-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-2007-164934-Novianti-Primasari-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-2007-164934-Novianti-Primasari-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-2007-164934-Novianti-Primasari-title.pdf