Analisis Pengaruh Kekasaran dan Temperatur Permukaan terhadap Dinamika Droplet dan Penurunan Temperatur pada Droplet Impingement Permukaan Tembaga (Cu)
Syaiban Asa, Ir. Arif Widyatama, S. T., M. Eng., Ph. D.
2026 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Peningkatan kebutuhan sistem pendinginan pada aplikasi dengan heat flux
tinggi, seperti data center, mendorong pengembangan metode spray cooling yang
memiliki kemampuan perpindahan panas tinggi. Fenomena dasar pada metode
tersebut adalah droplet impingement, yang dipengaruhi oleh berbagai parameter, di
antaranya kekasaran dan temperatur permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh variasi kekasaran dan temperatur permukaan terhadap
dinamika droplet serta penurunan temperatur pada proses single droplet
impingement di permukaan tembaga (Cu).
Pengujian dilakukan menggunakan aquades sebagai fluida uji dengan
bilangan Weber, yaitu rasio antara gaya inersia dan gaya tegangan permukaan,
dipertahankan pada kisaran 55 melalui ketinggian permukaan air (head) yang
konstan. Permukaan tembaga divariasikan menjadi tiga tingkat kekasaran, yaitu Cu
1 (Ra = 0,218 µm), Cu 2 (Ra = 1,507 µm), dan Cu 3 (Ra = 6,401 µm), sedangkan
temperatur awal permukaan divariasikan pada 80, 100, 110, 130, 150, 200, dan
250°C. Dinamika droplet direkam menggunakan high-speed camera dan dianalisis
melalui image processing menggunakan MATLAB, sedangkan perubahan
temperatur permukaan diukur menggunakan thermocouple.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur permukaan
mempercepat transisi dinamika droplet dari spreading menuju bouncing dan
splashing. Kekasaran permukaan yang lebih tinggi meningkatkan kecenderungan
terjadinya contact line pinning pada temperatur rendah serta memicu splashing
pada temperatur tinggi. Secara kuantitatif, nilai maximum spreading factor berada
pada rentang 2,4–3,6, sedangkan contact time menurun secara signifikan dari 80 ms
menjadi sekitar 10–17 ms seiring meningkatnya temperatur permukaan hingga
terjadi bouncing. Selain itu, spesimen Cu 3 (Ra = 6,401 µm) menghasilkan
penurunan temperatur permukaan terbesar dibandingkan Cu 1 dan Cu 2, yang
mengindikasikan bahwa peningkatan kekasaran permukaan berpengaruh terhadap
karakteristik perpindahan panas selama proses droplet impingement. Hasil
penelitian ini memberikan pemahaman mengenai pengaruh temperatur dan
karakteristik permukaan terhadap dinamika droplet serta perilaku perpindahan
panas pada permukaan tembaga.
The increasing demand for cooling systems in high heat flux applications,
such as data centers, has encouraged the development of spray cooling due to its
superior heat transfer capability. The fundamental phenomenon governing heat
transfer in spray cooling is droplet impingement, which is influenced by various
parameters, including surface roughness and surface temperature. This study aims
to analyze the effects of surface roughness and surface temperature on droplet
dynamics and surface temperature reduction during single water droplet
impingement on copper (Cu) surfaces.
Experiments were conducted using deionized water as the working fluid,
while the Weber number, defined as the ratio of inertial to surface tension forces,
was maintained at approximately 55 by keeping the water head constant. Three
copper specimens with different surface roughness values were tested, namely Cu 1
(Ra = 0.218 µm), Cu 2 (Ra = 1.507 µm), and Cu 3 (Ra = 6.401 µm), at initial
surface temperatures of 80, 100, 110, 130, 150, 200, and 250°C. Droplet dynamics
were recorded using a high-speed camera and analyzed through MATLAB-based
image processing, while surface temperature variations were measured using
thermocouples.
The results showed that increasing surface temperature accelerated the
transition of droplet dynamics from spreading to bouncing and splashing. Higher
surface roughness increased the tendency for contact line pinning at low
temperatures and promoted splashing at elevated temperatures. Quantitatively, the
maximum spreading factor ranged from 2.4 to 3.6, while the contact time decreased
significantly from 80 ms to approximately 10–17 ms as the surface temperature
increased and bouncing occurred. In addition, the Cu 3 specimen (Ra = 6.401 µm)
exhibited the greatest surface temperature reduction among all specimens,
indicating that increased surface roughness influences the heat transfer
characteristics during droplet impingement. These findings provide a better
understanding of the effects of surface temperature and surface characteristics on
droplet dynamics and heat transfer behaviour over copper surfaces.
Kata Kunci : droplet impingement, kekasaran permukaan, temperatur permukaan, dinamika droplet, perpindahan panas, tembaga.