Studi Pendahuluan Preferensi Warna dan Mainan pada Pasien Hiperplasia Adrenal Kongenital
Ghina Yona Nurmufthi, Prof. dr. Madarina Julia, Ph.D, MPH, Sp.AK; Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.AK
2026 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar Belakang: Hiperplasia adrenal
kongenital (CAH) merupakan kelainan endokrin yang dapat menyebabkan peningkatan
paparan androgen prenatal dan berpengaruh terhadap perilaku terkait gender,
termasuk preferensi warna dan mainan.
Tujuan: Membandingkan preferensi
warna dan mainan antara anak dengan CAH dan kontrol serta mengevaluasi pengaruh
CAH dan manipulasi warna terhadap pemilihan mainan.
Metode: Penelitian potong lintang
dilakukan pada anak usia 2–12 tahun yang terdiri dari kelompok CAH dan kontrol
yang dilakukan frequency matching usia berdasarkan jenis kelamin.
Preferensi dinilai menggunakan prosedur forced-choice terhadap pasangan
stimulus warna dan mainan. Analisis menggunakan uji Fisher exact, Mann
withney dan uji McNemar exact.
Hasil: Sebanyak 88 anak dianalisis,
terdiri dari 22 anak CAH dan 66 kontrol. Pada perempuan, tidak terdapat
perbedaan bermakna preferensi warna pada pasangan pink dibandingkan biru, merah
dibandingkan biru, maupun pink dibandingkan biru tua. Perempuan dengan CAH
lebih sering memilih mobil biru (53,3%) dibandingkan boneka pink (22,2%) dibandingkan
kontrol memiliki OR 4,00 dengan p 0,048. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada
preferensi mainan hitam-putih, pilihan mobil pink, maupun seluruh analisis pada
laki-laki. Manipulasi warna juga tidak menunjukkan perubahan pilihan yang
bermakna.
Simpulan: Anak perempuan dengan CAH menunjukkan kecenderungan lebih tinggi memilih mobil biru (stimulus yang lebih maskulin secara gender-typed) dibandingkan kontrol. Kecenderungan ini lebih tampak saat warna dikombinasikan dengan mainan, bukan pada preferensi warna saja. Pada anak laki-laki, CAH tidak berhubungan dengan perbedaan preferensi warna maupun mainan.
Background: Congenital Adrenal
Hyperplasia
(CAH) is an endocrine disorder that may affect gender-related behaviors through
increased prenatal androgen exposure, including color and toy preferences.
Objective: To compare color and toy
preferences between children with CAH and controls; and evaluate the effects of
CAH and color manipulation on toy selection.
Methods: A cross-sectional study was
conducted among children aged 2–12 years with CAH and age frequency-matched
controls within each sex. Color and toy preferences were assessed using a
forced-choice task. Data were analyzed using Fisher’s exact test, Mann Withney
and McNemar’s exact test.
Results: A total of 88 children were
analyzed, consisting of 22 children with CAH and 66 controls. Among girls, no
significant differences were found in color preference for the pink versus
blue, red versus blue, or pink versus dark blue pairs. Girls with CAH selected
the blue car more frequently than controls in the blue car (53,3%) versus pink
doll pair (22.2%) with OR 4.00 and p 0.048. No significant differences were
observed in black-and-white toy preference, pink car selection, or any analyses
among boys. Color manipulation also did not result in significant changes in
toy selection.
Conclusion: Girls with CAH showed a
greater tendency to choose the blue car, a more masculine gender-typed
stimulus, compared with controls. This tendency appeared more evident when
color was combined with toys rather than in color preference alone. Among boys,
CAH was not associated with differences in color or toy preferences.
Kata Kunci : Congenital Adrenal Hyperplasia, preferensi warna, preferensi mainan, androgen prenatal, perilaku terkait gender