Analisis Kebutuhan Kelompok Berisiko dan Keterlibatan Masyarakat Dalam Program Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus Tipe 2 di Era Integrasi Layanan Primer
FRANSISKA PANGESTI A, dr. Likke Prawidya Putri, M.P.H., Ph.D. ; dr. Ichlasul Amalia, MPH
2026 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang terus meningkat. Indonesia juga menempati peringkat ketiga jumlah orang dewasa dengan Diabetes yang tidak terdiagnosis. Meskipun pemerintah telah mengupayakan pencegahan dan pengendalian DM Tipe 2 melalui program skrining, partisipasi masyarakat dalam program tersebut masih rendah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan kelompok berisiko DM Tipe 2 yang sulit dijangkau terhadap program pencegahan dan pengendalian Diabetes Melitus Tipe 2 serta keterlibatan masyarakat dalam program tersebut di Era ILP
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak 1, Sleman, DIY. 20 informan dilibatkan dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam dan focus group discussion meliputi staf Puskesmas, perangkat desa, kader, dan individu berisiko DM Tipe 2 yang sulit dijangkau. Data dianalisis menggunakan metode thematic analysis.
Hasil: Kebutuhan kelompok berisiko DM Tipe 2 yang sulit dijangkau ditemukan berdasarkan tantangan dan kendala yang mereka hadapi dalam mengakses program pencegahan dan pengendalian DM tipe 2. Puskesmas dan masyarakat desa telah menerapkan berbagai strategi pelibatan. Namun, strategi tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan kelompok sasaran. Tingkat keterlibatan masyarakat masih berada pada information level, yang mana masyarakat lebih banyak berperan sebagai penerima informasi dibandingkan mitra dalam perencanaan maupun pengambilan keputusan.
Kesimpulan: Penguatan strategi pelibatan yang berpusat pada kebutuhan kelompok berisiko diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pencegahan dan pengendalian DM Tipe 2 di era ILP.
Background: Type 2 Diabetes Mellitus remains a public health problem in Indonesia with a continuously increasing prevalence. Indonesia also ranks third in the number of undiagnosed adults with Diabetes. Despite the government's efforts to prevent and control Type 2 DM through screening programs, community participation in these programs remains low.
Objective: This study aims to explore the needs of at-risk groups for Type 2 DM who are difficult to reach regarding prevention and control programs for Type 2 Diabetes Mellitus and community engagement in these programs in the ILP era.
Methods: This study employed a qualitative approach with a descriptive case study design in the working area of Ngemplak 1 Community Health Center, Sleman, DIY. Twenty informants participated in this study through in-depth interviews and focus group discussions involving health center staff, village officials, cadres, and individuals at risk for Type 2 DM who are difficult to reach. Data were analyzed using thematic analysis.
Results: The needs of at-risk groups for Type 2 DM who are difficult to reach were identified based on challenges and barriers they faced in accessing prevention and control programs for Type 2 DM. The Community Health Center and village communities have implemented various engagement strategies. However, these strategies have not fully addressed the needs of the target groups. Community participation levels remain at the information level, wherein the community primarily serves as information recipients rather than partners in planning and decision-making.
Conclusion: Strengthening engagement strategies centered on the needs of at-risk groups is necessary to increase community participation in prevention and control programs for Type 2 DM in the ILP era.
Kata Kunci : DM Tipe 2, pelibatan masyarakat, ILP, pencegahan dan pengendalian, kelompok berisiko