HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK (????????????.???? DAN KEBISINGAN) DENGAN CAPAIAN BELAJAR DAN KADAR KORTISOL SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL, DIY
Annisa Nuur Balqis, Ari Prayogo Pribadi, S.T., M.T., Ph.D dan Dr. Annisa Utami Rauf. S.Pd
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Paparan PM2.5 dan kebisingan di lingkungan sekolah berpotensi
berkaitan dengan capaian belajar dan stres biologis anak. Namun, bukti mengenai
hubungan lingkungan fisik sekolah dengan capaian belajar dan kadar kortisol pada
siswa sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan PM2.5 dan kebisingan dengan capaian belajar dan kadar kortisol siswa
sekolah dasar di Kabupaten Bantul, DIY.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan
kuantitatif pada 84 siswa sekolah dasar. Parameter lingkungan fisik diukur meliputi
konsentrasi PM2.5 dan kebisingan indoor maupun outdoor. Capaian belajar
diperoleh dari nilai Sumatif Akhir Semester 1 siswa sebelum remedial, sedangkan
data kortisol diukur melalui sampel saliva pagi dan siang hari. Analisis dilakukan
secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan regresi linear berganda.
Hasil: Hasil pengukuran PM2.5 selama 24 jam menunjukkan bahwa konsentrasi
PM2.5 indoor dan outdoor masing-masing memilik rata-rata sebesar 38,8 µg/m3
dan 40,7 µg/m3, sedangkan tingkat kebisingan indoor dan outdoor masing-masing
memiliki nilai rata-rata 80,3 dB(A) dan 77,3 dB(A). Hasil tersebut menunjukkan
konsentrasi PM2.5 dan kebisingan di lokasi penelitian relatif tinggi. Pada model
utama, PM2.5 indoor dan kebisingan indoor tidak menunjukkan hubungan yang
signifikan dengan rata-rata capaian belajar siswa. Status merokok di rumah
memiliki hubungan yang signifikan dengan capaian belajar, yaitu siswa yang
tinggal di rumah tanpa perokok memiliki capaian belajar lebih tinggi dibandingkan
siswa yang tinggal dengan perokok (B = 9,322; p = 0,005). Pada konsentrasi PM2.5
dan kebisingan tidak berhubungan signifikan dengan kadar kortisol pagi maupun
siang.
Kesimpulan: Pada model utama, PM2.5 dan kebisingan indoor tidak menunjukkan
hubungan signifikan dengan capaian belajar siswa maupun kadar kortisol pagi dan
siang siswa. Status merokok di rumah menjadi faktor yang konsisten memiliki
hubungan signifikan terhadap capaian belajar siswa.
Kata Kunci: PM2.5 , kebisingan, capaian belajar, kortisol, siswa sekolah dasar.
Background: Exposure to PM2.5 and noise in the school environment may be
associated with children's learning achievement and biological stress. However,
evidence regarding the association between the physical school environment and
learning achievement and cortisol levels among elementary school students remains
limited. This study aimed to analyze the association of PM2.5 and noise with
learning achievement and cortisol levels among elementary school students in
Bantul Regency, DIY.
Methods: This study used a cross-sectional design with a quantitative approach
involving 84 elementary school students. Physical environmental parameters
measured included indoor and outdoor PM2.5 concentration and noise levels.
Learning achievement was obtained from Semester 1 Summative Assessment
scores prior to remedial teaching, while cortisol data were measured through
morning and afternoon saliva samples. Analyses were conducted at the univariate,
bivariate, and multivariate levels using multiple linear regression.
Results: The 24-hour measurement of PM2.5 showed that indoor and outdoor
PM2.5 concentrations had mean values of 38.8 µg/m³ and 40.7 µg/m³, respectively,
while indoor and outdoor noise levels had mean values of 80.3 dB(A) and 77.3
dB(A), respectively. These results indicate that PM2.5 concentration and noise
levels at the study sites were relatively high. In the main model, indoor PM2.5 and
indoor noise were not significantly associated with students' average learning
achievement. Household smoking status was significantly associated with learning
achievement, with students living in smoke-free households showing higher
learning achievement than those living with a household smoker (B = 9.322; p =
0.005). PM2.5 concentration and noise levels were not significantly associated with
morning or afternoon cortisol levels.
Conclusion: In the main model, PM2.5 and indoor noise were not significantly
associated with students' learning achievement or morning and afternoon cortisol
levels. Household smoking status was the most consistent factor significantly
associated with students' learning achievement.
Keywords: PM2.5 , noise, learning achievement, cortisol, elementary school
students.
Kata Kunci : Keywords: PM2.5 , noise, learning achievement, cortisol, elementary school students.