Adopsi Teknologi terhadap Adaptasi Perubahan Iklim pada Peternak Unggas Komersial di Jawa Tengah
Agung Heri Susantho, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng; Ir. Tian Jihadhan Wankar, S.Pt., M.Sc., Ph.D. IPP.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan
Penelitian ini menganalisis persepsi peternak ayam komersial terhadap perubahan iklim serta faktor-faktor yang mempengaruhi daya adaptasi mereka. Sebanyak 152 peternak dipilih secara stratified random sampling di empat kabupaten di Jawa Tengah (Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, dan Kendal). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian mengidentifikasi curah hujan tinggi dengan nilai rataan 2,53 dan suhu udara tinggi dengan nilai rataan 2,74 sebagai variabel iklim kritis yang mengganggu produksi unggas. Mayoritas peternak mengonfirmasi bahwa perubahan iklim berdampak pada gangguan produksi dengan nilai rataan 3,52, peningkatan penyebaran penyakit dengan nilai rataan 3,04, lonjakan konsumsi air minum dengan nilai rataan 2,90, dan peningkatan mortalitas ayam dengan nilai rataan 2,88. Model regresi linier berganda terbukti signifikan (Prob>F =0,0008; R-square = 0,177). Di antara berbagai variabel independen yang diuji (jenis ayam, jenis kelamin, usia, pendidikan formal, ukuran rumah tangga, pengalaman beternak, populasi ayam, kesadaran terhadap iklim, dan kategori adaptasi), hanya populasi ayam dan kategori adaptasi masing-masing dengan selang kepercayaan 99%, yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya adaptasi peternak. Temuan ini menegaskan bahwa daya adaptasi didorong oleh skala usaha dan kesiapan perilaku adaptif. Implikasinya, diperlukan strategi intervensi yang tersegmentasi dengan fokus pada kontrol iklim mikro dalam kandang.
This study examines the perceptions of commercial chicken farmers regarding climate change and analyzes the factors influencing their adaptability. Involving 152 farmers selected via stratified random sampling across four regencies in Central Java (Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, and Kendal), primary data were collected using structured questionnaire interviews and analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. Results indicate that high rainfall with the mean value is 2.53 and high air temperatures with the mean value is 2.74 are critical climatic variables disrupting poultry production. Most farmers agreed that climate change causes production disruptions with the mean value is 3.52, disease spread with the mean value is 3.04, increased water consumption with the mean value is 2.90, and higher mortality rates with the mean value is 2.88. The multiple linear regression model was statistically significant (Prob>F = 0.0008, R-square = 0.177). Among the evaluated independent variables (chicken type, sex, age, formal education, household size, farming experience, chicken population, climate awareness, and adaptation category), only chicken population and adaptation category each with a 99% confidence interval, significantly and positively impacted farmer adaptability. These findings confirm that adaptability is driven by business scale and adaptive behavioral readiness, highlighting the necessity for targeted, segmented interventions focusing on in-barn microclimate control.
Kata Kunci : Kebijakan pembangunan peternakan, Manajemen peternakan, Penilaian teknologi peternakan, Peternakan keberlanjutan, Produksi unggas