Pemanfaatan foto udara dan sistem informasi geografis untuk kajian perubahan bentuk penggunaan lahan dikecamatan Jetis dan Tegalrejo kota Yogyakarta
Meylia Ernasiwi, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
2003 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVPenelitian ini bertujuan untuk memetakan bentuk penggunaan lahan tahun 1987 dan 1996 di Kecamatan Jetis dan Tegalrejo Kota Yogyakarta serta menganalisis perubahan bentuk penggunaan lahan yang terjadi selama kurun waktu tersebut di atas. Penelitian ini mempergunakan teknik penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan sistem informasi geografis melalui pendekatan interpretasi visual foto udara pankromatik H/P tahun pemotretan 1987 yang berskala 1:11.000 dan tahun pemotretan 1996 yang berskala 1:13.000. Hasil interpretasi selanjutnya dimasukkan ke peta dasar dan dipergunakan sebagai peta sementara bentuk penggunaan lahan untuk selanjutnya dicek kebenarannya di lapangan. Pengerjaan koreksi geometrik dan mosaiking foto udara dilakukan dengan perangkat lunak ENVI 3.1. digitasi dilakukan dengan perangkat lunak Arc View 3.2, sedangkan editing, pembuatan struktur topologi, dan overlay dilakukan dengan perangkat lunak Arc Info 3.5. Untuk penyajian kartografis (output) dikerjakan dengan perangkat lunak Arc View 3.2. Cek lapangan terhadap bentuk penggunaan lahan tahun 1987 dan 1996 dilakukan dengan mengambil 53 titik sampel dengan ketelitian interpretasi untuk penggunaan lahan tahun 1987 sebesar 85% dan tahun 1996 sebesar 80,8% Peta bentuk penggunaan lahan tahun 1987 dan 1996 yang dihasilkan pada penelitian ini sebanyak 25 jenis bentuk penggunaan lahan yang luas dan perubahannya dihitung secara relatif (dalam %) dan secara absolut (dalam Ha). Bentuk penggunaan lahan tahun 1987 didominasi oleh permukiman dengan penggunaan lahan terbesar permukiman pola tak teratur kepadatan sedang sebesar 131,02 Ha (28,4%) sedangkan bentuk penggunaan lahan terendah adalah rumah sakit sebesar 4 Ha (0,9%). Bentuk penggunaan lahan tahun 1996 tetap didominasi oleh permukiman dengan penggunaan lahan terbesar permukiman pola tak teratur kepadatan sedang yaitu sebesar 115,92 Ha (25,15%) sedangkan bentuk penggunaan lahan terendah adalah gereja sebesar 4,14 Ha (0,9%) Perubahan bentuk penggunaan lahan yang terjadi selama kurun waktu 1987-1996 sebesar 80,7 Ha (17,6%). Bentuk penggunaan lahan yang tak mengalami perubahan sebesar 380,3 Ha (82,6%). Perubahan terbesar terjadi pada lahan non bangunan menjadi bangunan permukiman yaitu sebesar 28,9 Ha (6,3%) dan perubahan bentuk penggunaan lahan terkecil pada lahan non bangunan menjadi non bangunan lain yang besarnya 2,6 Ha (0,6%).
-
Kata Kunci : Foto udara, sistem informasi geografis, perubahan bentuk penggunaan lahan