kinerja teknis slurry seal dengan variasi filler steel slag dan silika
syukri muchlis, Ir. Taqia Rahman, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM ; Ir. Mukhammad Rizka Fahmi A., S.T., M.Sc., Ph.D. ; Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi
Industri baja menghasilkan steel slag dalam jumlah besar sebagai residu industri padat yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan. Pemanfaatan steel slag dan silika sebagai filler alternatif pada campuran slurry seal berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap agregat alam serta mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular dalam konstruksi perkerasan jalan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan steel slag dan silika sebagai filler terhadap kinerja ketahanan abrasi dan kekesatan permukaan campuran slurry seal dibandingkan dengan filler konvensional berupa debu batu. Penelitian dilakukan melalui metode eksperimental laboratorium dengan membandingkan tiga jenis campuran slurry seal, yaitu debu batu sebagai campuran kontrol, steel slag, dan silika. Seluruh campuran menggunakan gradasi agregat, kadar aspal emulsi CSS-1, kadar air, dan prosedur pencampuran yang sama. Evaluasi kinerja dilakukan melalui pengujian abrasi kondisi kering, pengujian ketahanan abrasi basah menggunakan Wet Track Abrasion Test (WTAT), serta pengujian kekesatan permukaan menggunakan British Pendulum Test (BPT). Parameter yang dianalisis meliputi abrasion loss, nilai kekesatan permukaan (British Pendulum Number/BPN), dan Skid Resistance Retention (SRR).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran steel slag memberikan ketahanan abrasi kering terbaik dengan nilai abrasion loss terendah sebesar 204,89 g/m² pada 5.000 lintasan, dibandingkan debu batu sebesar 334,00 g/m² dan silika sebesar 609,33 g/m². Pada kondisi basah, debu batu menghasilkan abrasion loss terendah sebesar 2.022,22 g/m² pada 2.000 lintasan. Campuran steel slag mampu mempertahankan kekesatan permukaan tertinggi dengan nilai BPN sebesar 69,60 dan SRR sebesar 89,23% pada kondisi kering, serta BPN sebesar 69,00 dan SRR sebesar 84,15% pada kondisi basah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa steel slag berpotensi sebagai filler alternatif untuk meningkatkan ketahanan abrasi kering dan retensi kekesatan, sedangkan debu batu menunjukkan kestabilan yang lebih baik terhadap abrasi basah.
The steel industry generates large amounts of steel slag as a solid industrial residue, creating challenges in waste management and environmental sustainability. The utilization of steel slag and silica as alternative fillers in slurry seal mixtures has the potential to reduce dependence on natural aggregates and support circular economy principles in pavement construction. This study aims to evaluate the effect of steel slag and silica as filler materials on the abrasion resistance and skid resistance performance of slurry seal mixtures compared with conventional stone dust filler.
The research was conducted through an experimental laboratory approach by comparing three slurry seal mixtures consisting of stone dust as the control filler, steel slag, and silica. All mixtures used the same aggregate gradation, asphalt emulsion CSS-1, water content, and mixing procedure. The performance evaluation included dry abrasion testing, Wet Track Abrasion Test (WTAT) under wet conditions, and skid resistance measurement using the British Pendulum Test (BPT). The measured parameters included abrasion loss, skid resistance value (BPN), and Skid Resistance Retention (SRR).
The results showed that steel slag provided the best dry abrasion resistance, with the lowest abrasion loss of 204.89 g/m² after 5,000 passes, compared with stone dust (334.00 g/m²) and silica (609.33 g/m²). Under wet conditions, stone dust exhibited the lowest abrasion loss of 2,022.22 g/m² after 2,000 passes. The steel slag mixture maintained the highest skid resistance, achieving a BPN of 69.60 and SRR of 89.23% under dry conditions, and a BPN of 69.00 and SRR of 84.15% under wet conditions. These results indicate that steel slag has potential as an alternative filler to improve dry abrasion resistance and skid resistance retention, while stone dust provides better stability against wet abrasion.
Kata Kunci : slurry seal, steel slag, silika, skid resistance, abrasion loss