Laporkan Masalah

Partisipasi Kelompok Tani Winongo Asri dalam Praktik Urban Farming di Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta

Arunika Dihyan Prasista, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.

2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Perkembangan wilayah perkotaan meningkatkan kebutuhan ruang dan pangan, sementara lahan pertanian semakin terbatas. Urban farming menjadi alternatif pemanfaatan ruang terbatas, tetapi keberlanjutannya dipengaruhi partisipasi masyarakat. Kelompok Tani (KT) Winongo Asri merupakan kelompok berbasis masyarakat yang mampu mengembangkan kegiatan urban farming di kawasan bantaran Sungai Winongo. Kemampuan kelompok dalam mempertahankan serta mengembangkan kegiatan di tengah keterbatasan lahan perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji, namun perkembangan kelompok belum memberikan gambaran mengenai bagaimana partisipasi berlangsung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan dan derajat partisipasi serta menjelaskan alasan KT Winongo Asri berpartisipasi dalam praktik urban farming. 

Penelitian ini menggunakan konsep tahapan partisipasi dari Cohen dan Uphoff (1980) yang terdiri dari partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Selanjutnya penelitian ini juga menganalisis derajat partisipasi dari kerangka pemikiran Arnstein (2019). Kerangka konsep Slamet (1985) juga digunakan untuk memahami alasan yang memengaruhi partisipasi kelompok tani melalui unsur kemauan, kemampuan, dan kesempatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif di RW 07, Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Penelitian ini terdiri dari 13 informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi KT Winongo Asri berlapis dan pola keterlibatannya belum merata. Pengurus menjadi pelaku utama dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Anggota nonpengurus cenderung berpartisipasi dalam pemanfaatan hasil, sedangkan aksesnya terhadap pengambilan keputusan, pelaksanaan, dan evaluasi masih terbatas. Derajat partisipasi juga berbeda pada setiap tahapan. Partisipasi kelompok berada pada posisi placation dalam pengambilan keputusan, partnership dalam pelaksanaan, citizen control dalam pemanfaatan hasil, dan consultation dalam evaluasi. Partisipasi masyarakat terbentuk melalui hubungan antara kemauan, kemampuan, dan kesempatan. Kemauan didorong oleh nilai lingkungan dan sosial, keyakinan terhadap dampak kegiatan, dan norma personal. Kemampuan dipengaruhi oleh waktu, kondisi fisik, pengetahuan, dan keterampilan. Kesempatan terbentuk melalui pembagian divisi, komunikasi kelompok, serta dukungan sarana dan prasarana serta pendampingan pihak eksternal. Kesibukan, keterbatasan fisik, akses rapat yang terpusat pada pengurus, dan kondisi demplot yang curam menjadi penghambat partisipasi. Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi KT Winongo Asri bersifat berlapis dan bergantung pada dorongan individu, kapasitas yang dimiliki, serta ruang keterlibatan yang tersedia. 

Urban development has increased the demand for space and food, while agricultural land has become increasingly limited. Urban farming offers an alternative way to use limited space, but its sustainability is influenced by community participation. The Winongo Asri Farmer Group is a community-based group that has developed urban farming activities along the banks of the Winongo River. The group’s ability to sustain and expand its activities amid limited urban land makes it an important case to examine. However, its development does not fully explain how participation occurs within the group. Therefore, this study aimed to analyze the stages and levels of participation and explain the reasons underlying Winongo Asri Farmer Group’s participation in urban farming practices.

This study draws on Cohen and Uphoff’s (1980) framework, which identifies four stages of participation: decision-making, implementation, benefit utilization, and evaluation. Arnstein’s (2019) framework was also employed to assess the degree of participation. Furthermore, Slamet’s (1985) framework was used to explain the factors shaping farmer group participation through three dimensions: willingness, ability, and opportunity. This study employed a descriptive qualitative approach and was conducted in Community Unit (RW) 07, Patangpuluhan Urban Village, Wirobrajan District, Yogyakarta City. Thirteen informants were selected through purposive sampling.

The findings show that participation in the Winongo Asri Farmer Group is layered and unevenly distributed. Board members serve as the primary actors in decision-making, implementation, benefit utilization, and evaluation. Non-board members tend to participate in benefit utilization, while their access to decision-making, implementation, and evaluation remains limited. The degree of participation also varies across stages. Participation is classified as placation during decision-making, partnership during implementation, citizen control in benefit utilization, and consultation during evaluation. Participation is shaped by the interplay among willingness, ability, and opportunity. Willingness is driven by environmental and social values, beliefs about the impacts of the activities, and personal norms. Ability is influenced by time availability, physical condition, knowledge, and skills. Opportunity is created through the group’s divisional structure, internal communication, the provision of facilities and infrastructure, and assistance from external actors. Busy schedules, physical limitations, the concentration of meeting participation among board members, and the steep terrain of the demonstration plot constrain participation. The study concludes that participation in the Winongo Asri Farmer Group is multi-layered and depends on individual motivations, available capacities, and opportunities for involvement.

Kata Kunci : partisipasi masyarakat, kelompok tani, urban farming, pemberdayaan masyarakat

  1. S1-2026-504502-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504502-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504502-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504502-title.pdf