Gambaran Ketidakseimbangan Cairan pada Pasien Pasca Bedah di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Anita Retno Utami , Sri Setiyarini, SKp.; Christantie E, SKp.; Heny Suseani P, SKp, MKes.
2006 | Skripsi | FISIKA TEKNIKLatar Belakang: Pembedahan memberikan dampak besar pada keseimbangan cairan tubuh terutama pada volume cairan. Kekurangan cairan merupakan gangguan cairan yang paling sering terjadi pada pasien pasca bedah sejak hari pertama sampai dengan hari kelima. Ketidakseimbangan cairan menyebabkan gagal ginjal dan memperpanjang lama perawatan di rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketidakseimbangan cairan pada pasien pasca bedah di RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan total sampling dengan jumlah 52 pasien dan sesuai dengan kriteria inklusi. Lembar observasi yang digunakan bersumber dari teori dan pendapat ahli. Hasil: Dari 52 pasien ditemukan 20 (38.5%) pasien mengalami kekurangan cairan pada hari pertama dan 16 (30.8+) pasien mengalami kekurangan cairan hari kedua. Ketidakseimbangan cairan yang mengarah pada kekurangan cairan terjadi pada pasien dengan asupan cairan kurang, muntah, diare dan perdarahan sedangkan kelebihan cairan terdapat pada pasien pasca bedah hari ketiga, keempat dan kelima akibat pemberian intravena yang terlalu cepat. Kesimpulan: Ketidakseimbangan cairan pada pasien pasca bedah hari pertama dan kedua mengarah pada kekurangan cairan sedangkan pada hari ketiga, keempat dan kelima mengarah pada kelebihan cairan.
-
Kata Kunci : gambaran, ketidakseimbangan cairan, pasien pasca bedah