Peranan protein kedele dalam penghambatan degradasi protein otot tikus diabetes induksi alloxan
YUSASRINI, Ni Luh Ari, Prof.Dr.Ir. Zuheid Noor, M.Sc
2005 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui peran protein kedele dalam penghambatan degradasi protein otot tikus diabetes induksi alloxan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan protein kedele di dalam menghambat degradasi protein otot pada tikus diabetes induksi alloxan. Lima puluh empat ekor tikus Wistar jantan dengan berat ± 200 g dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama diinjeksi dengan alloxan (100 mg/kg bb) untuk menginduksi diabetes dan kelompok yang lain digunakan sebagai kontrol. Masing – masing kelompok selanjutnya dibagi menjadi 3 sub kelompok yang masing – masing terdiri dari 9 ekor tikus. Masing – masing kelompok diberi diet yang berbeda yaitu diet standar, diet kedele dan diet konsentrat protein kedele. Analisa gula darah dan gula urin dilakukan secara periodik setiap 9 hari sekali. Penentuan konsentrasi asam amino plasma dan kadar ammonia pada gas pernafasan dilakukan pada hari ke 0, 27 dan 45. Pada akhir percobaan bagian otot paha diambil untuk penentuan protein otot. Hasil analisa menunjukkan bahwa kelompok tikus injeksi alloxan yang diberi pakan kedele dan konsentrat protein kedele, terjadi penurunan gula darah masing – masing dari 481 mg/dL menjadi 166 mg/dL dan dari 366 mg/dL menjadi 162 mg/dL. Kadar glukosa urine juga menurun masing – masing dari 600 mg/dL menjadi 166 mg/dL. Diet konsentrat protein kedele menurunkan total konsentrasi asam amino plasma tikus diabetes induksi alloxan dari 2730 μm/L menjadi 2687 μm/L. Amonia hanya terdeteksi pada kelompok tikus injeksi alloxan yang diberi pakan standar sebesar 18 ppb. Kadar protein otot kelompok tikus injeksi alloxan yang diberi pakan konsentrat protein kedele yaitu 91,73 % lebih tinggi dari kelompok tikus diabetes yang diberi pakan kedele dan pakan standar.Hal ini menunjukkan bahwa diet konsentrat protein kedele menghambat degradasi protein otot tikus diabetes lebih baik dari kelompok tikus diabetes yang diberi pakan standar dan pakan kedele.
A research examining the role of soybean protein in inhibiting muscle protein degradation in alloxan – induced diabetic rats has been conducted. The research was intended to study the ability of soybean protein in inhibiting muscle protein degradation in alloxan – induced diabetic rats. Fifty four male Wistar rats, averaging body weight of 200 grams were divided into 2 groups. The first group was injected with alloxan (100 mg/kg body weigh) to induce diabetic and the other group was used as control. Each group was divided into 3 sub groups of 9 rats and were given three different diets, i.e. standart, soybean and soybean protein concentrate diets. Blood sugar and urine sugar were measured periodically every 9 days during research period, while plasma amino acid concentrations and ammonia content of inhaled air were measured before injection (day 0), 27 and 45 days after injection. At the end of experiment, femur muscle was removed to be used for determination of muscle protein content. Result indicated that soybean and soybean protein concentrates diet decreased blood sugar content of diabetic rats from 481 mg/dL to 166 mg/dL and from 366 mg/dL to 162 mg/dl, respectively. Urinary glucose level of diabetic rats fed with soybean decreased from 600 mg/dL to 166 mg/dL and so did group of diabetic rats fed with soybean protein concentrates. Soybean protein concentrates diet decreased plasma amino acid concentrations of diabetic rats from 2730 μm/L to 2687 μm/L. Ammonia was only detected in group of injected alloxan fed with standart by 18 ppb. Muscle protein content of diabetic rats fed with soybean protein concentrates was 91,73%, higher than group of diabetic rats fed with soybean and standart. This result indicated that soybean protein concentrates diet inhibited muscle protein degradation of diabetic rats beter than that of soybean and standart diets.
Kata Kunci : Preotein Kedelai,Degradasi Protein Otot, Diabetes Mellitus,diabetes mellitus, muscle protein, protein degradation, soybean