Laporkan Masalah

Pemanfaatan Foto Udara untuk pemantauan perubahan kualitas permukiman kasus kecamatan Semarang Barat dan Semarang Utara (BWK III)

Sigit Budi Purnomo, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Dra. Endang Saraswati, M.S.

2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Pertambahan daerah permukiman yang terjadi di daerah perkotaan tidak memperhatikan penataan kota. Masalah pertambahan daerah permukiman yang menyebabkan penurunan kualitas permukiman terjadi di Kecamatan Semarang Barat dan Semarang Utara, disebabkan Kota Semarang sebagai ibukota propinsi. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat akurasi foto udara pankromatik H/P, untuk mengetahui distribusi atau agihan kualitas permukiman tahun 1996 dan tahun 2003, dan untuk mengetahui perubahan kelas kualitas permukiman dan analisis perubahan kelas kualitas permukiman Kecamatan Semarang Barat dan Semarang Utara melalui analisis peta. Sumber data utama yang digunakan pada penelitian ini adalah foto udara skala 1: 6.000 tahun 1996 dan foto udara 1: 10.000 tahun 2000. Penyadapan data dari foto udara dengan tahap interpretasi, re-interpretasi, pengkelasan dan pengharkatan yang dilengkapi dengan cek lapangan tahun 2003, peta-peta tematik daerah kajian yang berupa peta genangan banjir kota, dan peta drainase kota, digunakan untuk melakukan pengolahan data dalam lingkungan Sistem Informasi Geografi (SIG), kemudian diperoleh peta distribusi kualitas permukiman tahun 1996 dan tahun 2003, dan dilakukan overlay sehingga diperoleh peta perubahan kualitas permukiman tahun 1996 dan tahun 2003, serta melakukan analisis peta perubahan kualitas permukiman tahun 1996 sampai tahun 2003. Foto udara sebagai sumber data berperan sebagai penyedia data kualitas permukiman. Foto udara pankromatik hitam putih digunakan untuk penelitian studi kekotaan dengan akurasi ketelitian 86%. Dari agihan kualitas permukiman pada tahun 1996 didominasi oleh kualitas permukiman sedang seluas 856,89 Ha, kualitas permukiman baik seluas 245,15 Ha, dan kualitas permukiman buruk seluas 62,2 Ha. Agihan kualitas permukiman tahun 2003 didominasi oleh kualitas permukiman sedang seluas 897 Ha, kualitas permukiman baik seluas 223,08 Ha, dan kualitas permukiman buruk seluas 63,95 Ha. Perubahan kualitas permukiman yang terjadi pada penelitian ini berupa penurunan dan peningkatan kelas kualitas permukiman. Penurunan kualitas permukiman yang terjadi seluas 29,98 Ha dengan laju perubahan 4,48 Ha/th, yang disebabkan oleh kepadatan bangunan karena adanya penambahan rumah mukim dalam daerah permukiman, sedangkan peningkatan yang terjadi seluas 18,47 Ha dengan laju perubahan 2,46 Ha/th, dan kualitas permukiman yang tidak berubah seluas 1136 Ha. Dengan penurunan kualitas permukiman yang lebih luas daripada peningkatan kualitas permukiman, maka perlu adanya kebijakkan yang dapat menekan angka penurunan kualitas permukiman, salah satunya dengan memberlakukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Increasing settlement in urban area, is not pay attention of cities structuring. Increasing settlement problem which motive settlement quality discharge in West Semarang and North Semarang, it because of Semarang is capital of province. The aims of this research are (1) knowing the accuration level of B/W pancromathic aerial photograph, (2) knowing the distribution of settlement quality in 1996 and 2003, (3) knowing and analyzing the changes of settlement quality in West Semarang and North Semarang using map analysis method. The B/W panchromatic aerial photograph scale 1: 6.000 in 1996 and scale 1: 10.000 in 2000 are used as the base datas. The base datas of this research are aerial photograph scale 1: 6.000 in 1996 and scale 1: 10.000 in 2000. Interpretation from the aerial photograph included interpretation phase, re-interpretation, classing and scoring, completed by field check in 2003, thematic map of study area are urban flooded area map and drainage map which used tabulation of data in Geographic Information System (GIS), then obtaining the distribution of settlement quality in 1996 and in 2003, and overlay processes, so it result is the changes of settlement quality in West Semarang and North Semarang map in 1996 till in 2003, with analyzing the changes of settlement quality in West Semarang and North Semarang using map analysis method. Aerial photograph as base datas is useful to supply settlement quality datas. Aerial photograph which used for urban study research with the accuration level 86%. From the distribution of the settlement quality in 1996 dominated by middle of settlement quality amount 856,98 hectares, a good settlement quality amount 245,15 hectares, and dilapidated amonut 62,2 hectares. From the distribution of the settlement quality in 2003 dominated by middle of settlement quality amount 897 hectares, a good of settlement quality amount 223,08 hectares, and dilapidated of settlement quality amonut 63,95 hectares. The changes of settlement quality in this research are discharge and raising of settlement quality. Discharging of settlement quality occured amonut 29,98 hectares with changes rate 4,48 hectares/year. Because of increasing settlement in urban area, while raising of settlement quality amount 18,47 hectares with changes rate 2,46 hectares/year, and settlement quality not changes amount 1136 hectares. Accompanying discharge settlement quality more wide than raising settlement quality, so is necessary rules of law which can push down the discharge settlement quality, one of the way is Building Build Permit

Kata Kunci : Kualitas permukiman,foto udara

  1. S1-2005-122438-abstract.pdf  
  2. S1-2005-122438-bibliography.pdf  
  3. S1-2005-122438-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2005-122438-title.pdf