Laporkan Masalah

Status Ontologis Hermeneutika Charles Taylor dan Relevansinya dengan Diskursus Interkulturalisme di Indonesia

MUKALAM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, SS, M.Hum; Dr. M. Rodinal Khair Khasri, M.Phil

2026 | Disertasi | S3 Ilmu Filsafat

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengonstruksi struktur hermeneutika Charles Taylor ke dalam tiga kategori ontologi (substansi, properti, dan relasi; (2) menganalisis relevansi ontologi hermeneutika Taylor dengan diskursus interkulturalisme di Indonesia, yaitu diskursus esensialisme versus anti-esensialisme dalam identitas budaya, universalisme versus partikularisme dalam nilai, dan sekulerisme versus religiusisme dalam mengelola ruang publik.

Penelitian ini menjadikan hermeneutika Charles Taylor sebagai objek material dan ontologi sebagai objek formal. Tiga kategori ontologi formal—substansi, properti, dan relasi—memetakan struktur hermeneutika Taylor ke dalam konsep inti: situated self, strong evaluation, dan dialogical self. Setelah itu, struktur tersebut digunakan untuk menyoroti tiga tegangan pada interkulturalisme di Indonesia, Metode penelitian yang digunakan mencakup: interpretasi, deskripsi, koherensi internal, kesinambungan historis, heuristika, dan refleksi peneliti pribadi.

Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, hermeneutika Taylor dapat dipetakan secara koheren melalui tiga kategori ontologi sebagai sistem analitik yang produktif. Kedua, sistem ini mampu melampaui dikotomi yang dibentuk oleh tiga tegangan diskursif; identitas budaya adalah tradisi hidup yang berakar namun bergerak; nilai bersama lahir dari perjumpaan dialogis antara tradisi yang berbeda melalui hypergoods yang saling tumpang tindih; dan ruang publik yang adil yang memungkinkan berbagai sumber moral—religius maupun sekuler—berdialog secara setara. Ketiga, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dapat dibaca sebagai imajiner sosial yang mengekspresikan ontologi hermeneutika Taylorian; ke-Tunggal-an yang lahir dari dan melalui ke-Bhinneka-an sebagai percakapan moral yang harus terus menerus diperbarui.

This research aims to: (1) construct the structure of Charles Taylor's hermeneutics into three ontological categories (substance, property, and relation); and (2) analyze the relevance of Taylor's hermeneutical ontology to the discourse of interculturalism in Indonesia, namely the discourse of essentialism versus anti-essentialism in cultural identity, universalism versus particularism in value, and secularism versus religiosity in managing the public sphere.

This study uses Charles Taylor's hermeneutics as its material object and ontology as its formal object. Three formal ontological categories — substance, property, and relation —map Taylor's hermeneutical structure onto core concepts: the situated self, strong evaluation, and the dialogical self. This structure is then used to examine the three tensions in Indonesian interculturalism. The research methods employed include interpretation, description, internal coherence, historical continuity, heuristics, and personal researcher reflection.

This research yields three main findings. First, Taylor's hermeneutics can be coherently mapped through the three ontological categories as a productive analytical system. Second, this system is capable of transcending the dichotomies formed by the three discursive tensions: cultural identity is a living tradition that is rooted yet fluid; shared values emerge from dialogical encounters between different traditions through overlapping hypergoods; and a fair public sphere enables diverse moral sources --both religious and secular-- to engage in equal dialogue. Third, the national motto Bhinneka Tunggal Ika can be interpreted as a social imaginary that expresses Taylorian hermeneutical ontology: oneness arising from and through diversity as a moral conversation that must be continuously renewed.

Kata Kunci : hermeneutics, Charles Taylor, ontology, interculturalism, Bhinneka Tunggal Ika

  1. S3-2026-468077-abstract.pdf  
  2. S3-2026-468077-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-468077-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-468077-title.pdf