Laporkan Masalah

Aplikasi sistem infromasi geografis untuk mengetahui distribusi spasial dan temporal penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2001-2009 : Studi kasus di kabupaten Sleman

Sulasmi, Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Sc.

2010 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFROMASI GEOGRAFI SV

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui distribusi spasial penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Sieman dari tahun 2001 sampai tahun 2009 (9 tahun), dan melakukan deskripsi penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Sleman secara temporal dari tahun 2001 sampai tahun 2009 (9 tahun). Data yang digunakan berupa data Kepadatan Penduduk per desa/ kelurahan di Kabupaten Sleman tahun 2001-2008, Data jumlah kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sleman sub unit Kelurahan/ Desa tahun 2001-2009, Data Curah Hujan, Data Suhu/Temperatur dan Data Kelembapan Kab.Sleman tahun 2001-2008, Data Penggunaan Lahan Kab.Sleman tahun 1998, 2002, 2006, dan 2009. Metode yang digunakan yaitu Komparatif Spasial, Analisa Deskriptif Dan Spatial Statistic Analyst. Penilaian daerah yang endemis DBD dengan menghitung Incident Rate (IR) dan mengkelaskan hasil Incident Rate (IR) berdasarkan kelas incident rate yang telah ada. Mendeskripsikan hubungan antara curah hujan, suhu, kelembapan, dan penggunaan lahan dengan kejadian DBD. Hasil yang diperoleh berupa Deskripsi Distribusi Spasial dan Temporal DBD Kab. Sieman. Daerah yang termasuk dalam kelas Incident Rate (IR) rendah selama periode 9 tahun yaitu: Kec.Seyegan, Kec. Mlati, Kec.Sleman, Kec. Moyudan, Kec.Cangkringan, Kec. Ngemplak, Kec. Prambanan, Kec.Godean, dan Kec. Berbah. Daerah Yang termasuk IR sedang yaitu: Kec.Ngaglik dan Kec. Kalasan, dan daerah yang termasuk dalam kelas Incident Rate (IR) tinggi selama periode 9 tahun yaitu Kec.Depok Dan Kec. Gamping. Daerah yang tidak pernah ditemukan kasus DBD selama periode 9 tahun yaitu Kec. Pakem. Kejadian DBD berkaitan dengan faktor-faktor fisik seperti curah hujan, suhu, temperatur, dan penggunaan lahan. Penyakit DBD merupakan penyakit yang menular, hal ini dapat dianalisis dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu dengan menggunakan Spatial Autocorrelation Moran's I yang menunjukkan bahwa kejadian DBD Clustered mengelompok. Daerah yang menjadi daerah endemis DBD merupakan daerah permukiman yang padat. Hal ini dibuktikan dengan hasil Spatial Statistic Analyst dengan menggunakan Standard Deviational Elipse yang berupa batasan elips pada daerah yang mempunyai permukiman padat yang merupakan daerah yang mempunyai peluang kejadian DBD yang tinggi.

-

Kata Kunci : Distribusi Spasial Dan Temporal Demam Berdarah Dengue (DBD), Spatial Statistic Analyst, Spatial Autocorrelation Moran's 1, Standard Deviational Elipse

  1. TA-2010-258182-abstract.pdf  
  2. TA-2010-258182-bibliography.pdf  
  3. TA-2010-258182-tableofcontent.pdf  
  4. TA-2010-258182-title.pdf