Pengaruh Biochar dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) di Bawah Jati Muda di Zona Ledok Wonosari Gunungkidul
Adinda Reza Berliana, Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc., Ph.D.; Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Agronomi
Budidaya kacang tanah (Arachis
hypogaea L.) pada sistem agroforestri berpotensi meningkatkan produktivitas
lahan kering, tetapi keberadaan tegakan dapat menimbulkan cekaman naungan yang
memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain itu, kondisi tanah pada lahan
kering umumnya memiliki kesuburan rendah sehingga memerlukan upaya perbaikan
melalui pemberian pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
pengaruh naungan jati muda serta pemberian pembenah tanah berupa biochar sekam
padi dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada
lahan tadah hujan di Zona Ledok Wonosari Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan
pada September 2025 hingga Februari 2026 menggunakan rancangan multilokasi
dengan dua faktor, yaitu kondisi naungan (tanpa naungan dan naungan jati muda)
serta pembenah tanah (tanpa pembenah, biochar sekam padi 20 ton ha?¹,
pupuk kandang kambing 20 ton ha?¹, dan kombinasi biochar 10 ton ha?¹
+ pupuk kandang kambing 10 ton ha?¹). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa naungan jati muda pada musim hujan memengaruhi pertumbuhan dan hasil
kacang tanah, sedangkan pembenah tanah kombinasi biochar sekam padi dan pupuk
kandang kambing menunjukkan potensi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan
tanaman melalui perbaikan kondisi tanah. Meskipun belum meningkatkan hasil
secara nyata di bawah tegakan jati, pembenah tanah tetap berpotensi mendukung
pengembangan sistem agroforestri jati–kacang tanah, terutama pada kondisi
lingkungan yang lebih mendukung dan minim genangan pada fase reproduktif.
Groundnut
(Arachis hypogaea L.) cultivation in agroforestry systems has the potential to
improve land productivity in dryland areas. However, tree stands may create
shading stress that affects crop growth and yield. In addition, dryland soils
generally have low fertility, requiring improvement through soil amendments.
This study aimed to evaluate the effects of young teak shading and soil
amendments consisting of rice husk biochar and goat manure on the growth and
yield of groundnut under rainfed conditions in Ledok Wonosari Zone,
Gunungkidul, Indonesia. The experiment was conducted from September 2025 to
February 2026 using a multi location with two-factor design. The first factor
was shading condition (no shade and young teak shade), and the second factor
was soil amendment (no amendment, rice husk biochar 20 t ha?¹,
goat manure 20 t ha?¹, and a combination of biochar 10
t ha?¹ + goat manure 10 t ha?¹). The
results showed that young teak shade during the rainy season affected the
growth and yield of peanut, while the combination of rice husk biochar and goat
manure showed the greatest potential to enhance plant growth through
improvements in soil conditions. Although it did not significantly increase
yield under teak stands, the soil amendment remains a promising strategy for
supporting the development of teak–peanut agroforestry systems, particularly
under more favorable environmental conditions with minimal flooding during the
reproductive stage.
Kata Kunci : agroforestri; kacang tanah; naungan jati; biochar sekam padi; pupuk kandang kambing