Laporkan Masalah

Beberapa Perilaku yang Mempengaruhi Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Anak Balita di Berjo Kulon dan Kragilan Desa Sidoluhur Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta

Daniel Susatyo Wirawan, Dra. Budi Mulyaningsih, Apt, SU, dr. Doeljachman, Mh, SKM, MSc

1992 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari prevalensi infeksi Soil Transmitted Helminths dan perilaku-perilaku yang mempengaruhinya. Selama ini yang banyak diteliti hanya prevalensi infeksinya. saja, sedangkan hubungannya dengan perilaku-perilaku banyak yang atau mempengaruhinya belum diteliti dipublikasikan. Penelitian ini menjadi penting mengingat sebagian besar penduduk, terutama di pedesaan belum mempunyai perilaku hidup yang sehat dan keadaan sanitasinya masih buruk. Penelitian ini dilakukan pada anak balita di dusun Berjo Kulon dan Kragilan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sebanyak 33 anak balita dari Berjo Kulon yang orangtuanya bekerja sebagai perajin genting dan 22 anak balita di Kragilan, diambil sebagai subyek. Karakteristik daerah Berjo Kulon adalah tanahnya yang banyak mengandung tanah liat dan sebagian besar penduduknya. bekerja sebagai perajin genting sehingga kemungkinan terinfeksi Soil Transmitted Helminths lebih tinggi. lalu Helminths. Soil disaring Sampel tinja dikumpulkan dari subyek-subyek diatas dilakukan pemeriksaan mikroskopis langsung menggunakan larutan lugol untuk mengetahui ada tidaknya telur cacing dalam tinja sebagai indikator infeksi Transmitted Perilaku-perilaku menggunakan kuisioner dan wawancara langsung. Perilaku- perilaku yang disaring berupa kebiasaan bermain dengan tanah, kebiasaan memakai alas kaki, kebiasaan dibawa atau tidaknya anak ke tempat pembuatan genting, kebiasaan buang air besar, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, kebersihan kuku serta pengetahuan ibu balita tentang pencegahan dan pengobatan penyakit cacing. Data ini kemudian disilangkan dan diolah menggunakan uji statistik chi kuadrat dengan koreksi Yate. Ternyata hanya perilaku atau kebiasaan membawa anak balita ke tempat pembuatan genting yang mempunyai perbedaan yang bermakna pada perbedaan infeksi Soil Transmitted Helminths (P<0,05), sedangkan perilaku- perilaku yang lain tidak mempunyai perbedaan yang bermakna (P>0,05 ). Dilihat dari hasil yang diperoleh, perlu kiranya dilakukan penelitian menggunakan kuisioner yang baku serta observasi lebih lanjut untuk memperoleh kepastian mengenai perilaku yang diperoleh dari kuisioner. Di samping itu perlu dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar.

-

Kata Kunci : Infeksi Soil Transmitted Helminths Hidup - Sanitasi Lingkungan Perilaku Kebiasaan

  1. S1-FKU_1992-DanielSusatyoWirawan-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1992-DanielSusatyoWirawan-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1992-DanielSusatyoWirawan-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1992-DanielSusatyoWirawan-Title.pdf