HUBUNGAN KADAR VITAMIN B9, B12, DAN MAGNESIUM TERHADAP DEPRESI PADA REMAJA : A SYSTEMATIC REVIEW
Aldira Putri Pangesti, Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ(K); Digna Niken Purwaningrum, S.Gz., MPH., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental utama pada remaja. Vitamin B9, vitamin B12, dan magnesium diketahui berperan dalam fungsi neurologis, namun bukti mengenai hubungannya dengan depresi pada remaja masih belum konsisten.
Tujuan: Mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan kadar vitamin B9, vitamin B12, dan magnesium dengan depresi pada remaja.
Metode: Penelitian ini merupakan systematic review yang disusun sesuai pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada enam basis data menggunakan kerangka Population, Exposure, Outcome, and Study Design (PEOS). Kualitas metodologis dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool, sedangkan sintesis hasil dilakukan secara naratif.
Hasil: Sebanyak 2.719 artikel teridentifikasi dan empat studi observasional memenuhi kriteria inklusi. Hubungan vitamin B9 dengan depresi pada remaja masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Sebagian besar studi pada populasi klinis menunjukkan bahwa remaja dengan depresi atau gangguan psikiatri memiliki kadar vitamin B12 yang lebih rendah dibandingkan kelompok pembanding. Sementara itu, satu penelitian pada remaja sekolah menunjukkan kadar magnesium serum yang lebih rendah pada kelompok depresi dibandingkan kelompok kontrol.
Kesimpulan: Bukti ilmiah mengenai hubungan vitamin B9, vitamin B12, dan magnesium dengan depresi pada remaja masih menunjukkan variasi antarpenelitian. Hubungan vitamin B9 masih belum konsisten, sebagian besar studi menunjukkan kadar vitamin B12 yang lebih rendah pada remaja dengan depresi, sedangkan bukti mengenai magnesium masih terbatas. Heterogenitas karakteristik studi membatasi interpretasi hasil sehingga diperlukan penelitian longitudinal dengan metode yang lebih terstandarisasi.
Background: Depression is one of the leading mental health issues among adolescents. Vitamin B9, vitamin B12, and magnesium are known to play a role in neurological function, but the evidence regarding their association with depression in adolescents remains inconsistent.
Objective: To synthesize the scientific evidence regarding the relationship between vitamins B9, B12, and magnesium and depression in adolescents.
Methods: This study is a systematic review conducted in accordance with the PRISMA guidelines. A literature search was conducted in six databases using the Population, Exposure, Outcome, and Study Design (PEOS) framework. Methodological quality was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool, and the results were synthesized narratively.
Results: A total of 2,719 articles were identified, and four observational studies met the inclusion criteria. The relationship between vitamin B9 and depression in adolescents continues to show mixed results. Most studies in clinical populations indicate that adolescents with depression or psychiatric disorders have lower vitamin B12 levels compared to the comparison group. Meanwhile, one study of school-aged adolescents found lower serum magnesium levels in the depressed group compared to the control group.
Conclusion: Scientific evidence regarding the association between vitamin B9, vitamin B12, and magnesium and depression in adolescents continues to vary across studies. The association with vitamin B9 remains inconsistent; most studies show lower vitamin B12 levels in adolescents with depression, while evidence regarding magnesium remains limited. The heterogeneity of study characteristics limits the interpretation of the results, necessitating longitudinal studies using more standardized methods.
Kata Kunci : systematic review; vitamin B9; vitamin B12; magnesium; depresi; remaja.