Laporkan Masalah

Memaknai Pengalaman Mahasiswa dengan Orang Tua Diabetes Melitus Tipe 2: Studi Fenomenologi

MA'RIFAH NUR HIDAYATI, Dr.Dra. Retna Siwi Padmawati, MA;Dr. Fitrima M Kusumaningrum., SKM,. MPH

2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang:  Mahasiswa sering kali memandang masa muda sebagai periode sehat yang bebas risiko, meskipun mereka memiliki riwayat genetik Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dari orang tua. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana mereka memaknai identitas diri di tengah risiko keturunan, serta bagaimana interaksi sosial di lingkungan kampus dan keluarga membentuk pengalaman mereka dalam memilih pola hidup.

Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan pemaknaan mahasiswa nonkesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai anak dari orang tua penderita DMT2 dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologi interpretatif dengan pemilihan informan secara purposive disertai strategi maximum variation berdasarkan latar sosial ekonomi dan tingkat keparahan DMT2 pada orang tua. Informan adalah mahasiswa UGM dari fakultas nonkesehatan berusia 18-24 tahun yang memiliki orang tua dengan DMT2, dengan pengecualian mahasiswa yang telah menjadi diabetisi. Data diperoleh melalui photovoice dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA).

Hasil: Pengalaman mahasiswa bermula dari menyaksikan riwayat dan perubahan kondisi kesehatan orang tua, termasuk dampak dan komplikasi DMT2 hingga kehilangan anggota keluarga. Pengalaman ini mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam pengelolaan DMT2 keluarga, baik sebagai pendamping perawatan maupun agen perubahan pola hidup sehat di rumah. Sebagai bentuk pencegahan, mahasiswa berupaya mengelola pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan memantau kesehatan secara mandiri, meskipun konsistensinya dipengaruhi oleh dinamika lingkungan kampus seperti kesibukan akademik, pengaruh pertemanan, serta keterbatasan pengawasan orang tua akibat tinggal terpisah.

Kesimpulan:  Pengalaman keluarga dengan DMT2 dimaknai sebagai pembelajaran, konsekuensi, sekaligus pengingat akan tanggung jawab menjaga kesehatan.

Kata Kunci: Pengalaman, Makna Pengalaman, Mahasiswa Nonkesehatan, Photovoice, Interpretative Phenomenological Analysis, Riwayat Keluarga DMT2.


Background. University students often perceive youth as a healthy period free of risk, even though they carry a genetic history of Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) from their parents. This study focuses on how they make sense of their self-identity amid hereditary risk, and how social interactions within the campus and family environments shape their experiences in choosing a lifestyle.

Aim. This study aims to explore the experiences and meanings constructed by non-health students at Universitas Gadjah Mada (UGM) as children of parents with T2DM in their daily lives.

Method. This study employed an interpretative phenomenological qualitative design, with informants selected purposively using a maximum variation strategy based on socioeconomic background and the severity of parental T2DM. Informants were UGM students from non-health faculties aged 18–24 years who have a parent with T2DM, excluding students who had themselves become diabetic. Data were collected through photovoice and in-depth interviews, then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA).

Results. Students' experiences began with witnessing their parents' health history and changing conditions, including the impacts and complications of T2DM, up to and including the loss of family members. This experience drove students' active involvement in managing their family's T2DM, either as caregiving companions or as agents of healthy lifestyle change at home. As a form of prevention, students sought to manage their diet, increase physical activity, and independently monitor their health, although consistency was influenced by campus-life dynamics such as academic demands, peer influence, and reduced parental supervision due to living apart.

Conclusion. The experience of having a family member with T2DM was ultimately interpreted as a form of learning, a consequence, and a reminder of the responsibility to maintain one's health.

Keywords: Experience, Meaning of Experience, Non-Health Students, Photovoice, Interpretative Phenomenological Analysis, Family History of T2DM.

Kata Kunci : Pengalaman, Makna Pengalaman, Mahasiswa Nonkesehatan, Photovoice, Interpretative Phenomenological Analysis, Riwayat Keluarga DMT2.

  1. S2-2026-536911-abstract.pdf  
  2. S2-2026-536911-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-536911-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-536911-title.pdf