Hubungan Agregasi trombosit dengan Retinopati Diabetika pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2
JULIWATI, dr. Usi Sukorini, M.Kes.,SpPK(K)
2005 | Tesis | PPDS I Patologi KlinikRetinopati diabetika merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling menakutkan oleh karena dapat mengakibatkan kebutaan. Hiperagregasi trombosit merupakan salah satu kausa di dalam patogenesis retinopati diabetika. Beberapa penelitian agregasi trombosit diarahkan kepada penderita DM untuk mencari faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh agregasi trombosit terhadap retinopati diabetika dan untuk mengetahui faktor yang lebih berpengaruh terhadap kejadian retinopati diabetika pada DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan subyek penelitian 68 penderita yang diambil secara konsekutif di RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Dilakukan pemeriksaan retinopati diabetika dan agregasi trombosit pada saat bersamaan. Analisa univariat digunakan uji Chi square dan uji Mann-Whitney. Faktor-faktor yang mungkin mempunyai pengaruh diuji secara statistik menggunakan analisis multivariat regresi logistik. Dilakukan penelitian terhadap 30 subyek dengan retinopati diabetika (+) dan 38 subyek dengan retinopati diabetika (-). Subyek retinopati diabetika (+) terdiri dari 22 subyek dengan non proliferative diabetic retinopathy dan 8 adalah proliferative diabetic retinopathy. Variabel faktor risiko memiliki nilai yang signifikan yaitu jenis kelamin dan lamanya DM. Setelah dilakukan justifikasi, lamanya DM merupakan faktor risiko untuk terjadinya retinopati diabetika. Hiperagregasi trombosit tidak terbukti sebagai faktor risiko terjadinya retinopati diabetika
Diabetic retinopathy is the most common chronic diabetic complication of and may result in blindness. Some studies about platelet aggregation have been conducted in diabetic patients to look for risk factors. Relationship between platelet aggregation and diabetic retinopathy of type 2 diabetic patients are intensively discussed at present. The purpose of this study is to determine the influence of platelet aggregation in diabetic retinopathy of type 2 diabetic patients. This cross sectional study is performed in 68 patients attending Dr. Sardjito hospital Yogyakarta. Conducted by examination for diabetic retinopathy and platelet aggregation at the same time. Univariate associations with diabetic retinopathy are analyzed by Chi square test and Mann-Whitney test. From the univariate analyses, variables with p value < 0,05, as well as established risk factors are considered for entry into a logistic regression model to predict diabetic retinopathy. Of all patients examined, 30 suffer from diabetic retinopathy but not for the other patients 38. Diabetic retinopathy is detected in 22 patients with non proliferative diabetic retinopathy where is proliferative diabetic retinopathy present in 8 patients. Factors significantly related with occurence of retinopathy were sex and duration of illness. After adjustment for covariates, it is found that duration of diabetes was the only risk factor associated with diabetic retinopathy. Platelet hyperaggregation are not shown to be associated with diabetic retinopathy in this study.
Kata Kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2,Retinopati Diabetika,Agregat Trombosit, Platelet aggregation, Diabetic Retinopathy, Diabetes mellitus type 2, Risk factors.