Laporkan Masalah

Validitas Skor sumbatan hidung sebagai alat ukur gejala hidung tersumbat

ISWARINI, Arin Dwi, Prof.dr. Soepomo Soekardono, Sp.THT-KL(K)

2005 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit Hidung Telinga Bedah Kepala L

Latar Belakang. Gejala sumbatan hidung meskipun bukan suatu gejala penyakit yang berat, tetapi dapat menurunkan kualitas hidup dan aktivitas penderita. Diagnosis dari gejala sumbatan hidung sangat kompleks dan bervariasi, selain berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik juga perlu pemeriksaan penunjang untuk pengukuran patensi hidung, misalnya nilai aliran udara inspirasi hidung dengan pemeriksaan peak nasal inspiratory flow-meter. Pemeriksaan penunjang ini di Indonesia hanya tersedia pada beberapa rumah sakit di kota besar tertentu saja. Dikembangkan suatu alat uji diagnostik yang mudah dipergunakan, murah dan akurat yaitu skor sumbatan hidung. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik skor sumbatan hidung dan menetapkan nilai cut-off skor sumbatan hidung. Bahan dan Cara. Penelitian ini menggunakan rancangan uji diagnostik. Tes reliabilitas digunakan dalam mengukur variabel-variabel dalam skor sumbatan hidung dan ditentukan interobserver agreement dengan nilai Kappa. Masing-masing item skor sumbatan hidung diukur korelasinya dengan tes X2, nilai diagnostik setiap variabel penyusun skor sumbatan hidung dinilai dengan standar baku nilai aliran udara inspirasi hidung dengan pemeriksaan peak nasal inspiratory flow-meter. Selanjutnya dilakukan penentuan sensitivitas dan spesifisitas pada berbagai nilai total skor. Nilai cut-off ditetapkan menggunakan kurva Receiver Operator Characteristic (ROC). Hasil. Sejumlah 122 pasien dengan gangguan hidung tersumbat dipilih secara berurutan di Instalasi Rawat Jalan Bagian THT-KL RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Nilai Kappa kelima item skor sumbatan hidung pada penelitian ini 0,686-0,976, sehingga dapat digunakan untuk menghitung skor sumbatan hidung dengan nilai cut-off skor sumbatan hidung total ≥ 4 dengan sensitivitas 82,20 %, spesifisitas 88,63%, akurasi 84,42 %, nilai duga positif 92,75 %, nilai duga negatif 73,58 %, positif likelihood ratio 72,33 dan negative likelihood ratio 0,002. . Kesimpulan dan saran. Hasil uji diagnostik menunjukkan bahwa skor sumbatan hidung valid sebagai alat ukur untuk gejala sumbatan hidung. Hasil ini diharapkan bermanfaat bagi klinisi dalam pengukuran patensi hidung pada gejala sumbatan hidung dan menentukan diagnosis penyebabnya, terutama bila tidak tersedia fasilitas penunjang diagnosis.

Background. Nasal obstruction is a subjective complaint in patient with nasal disease. Causation of nasal obstruction symptom is very complex and variety,that can decreased patient’s quality of life and activities. Examination of nasal obstruction based on anamnesis, physical and supported examination. Nasal patency examinations, such as peak nasal inspiratory flow examination with peak nasal inspiratory flow-meter are needed as an objective measurement. Some examinations are provided in particular hospitals in Indonesia. Nasal obstruction score as a diagnostic test that easy to used, inexpensive and accurate result. Objective. The aim of this study was to validate nasal obstruction score as a tool to measure nasal obstruction symptom. Methods. Diagnostic test design was used in this study. Reliability test was performed used to measure 5 items of nasal obstruction score’s variables and determine the interobserver agreement with Kappa value. X2 test was used significance correlation each items. Diagnostic value of each variable that maked up nasal obstruction score was assessed against peak nasal inspiratory flow examination as a standard examination. Sensitivity and specificity at various total score points were determined against peak nasal inspiratory flow decrease in with peak nasal inspiratory flow-meter examination as a standard examination. Cut-off point was determined using the Receiver Operator Characteristic (ROC) curve. Result. Further, 122 nasal obstruction patients were selected consecutively in Otorhinolaryngology Department of Sardjito hospital in Yogyakarta. Kappa index in this study at range 0,686-0,976, so fifth items of nasal obstruction scores could used to count nasal obstruction score with cut-off point of total nasal obstruction score ≥ 4 with sensitivity 82,20 %, spesifisity 88,63%, accuracy 84,42, positive predictive value 92,75 %, negative predictive value 73,58 %, positif likelihood ratio 72,33 dan negative likelihood ratio 0,002. Conclusion.The result of diagnostic test to count nasal obstruction score was valid as a screening tool. Hopefully, nasal obstruction score would be a valid tool used to measure nasal obstruction symptom and useful for clinicians in making measurement and causasion of nasal obstruction, especially when there are no supported facilities.

Kata Kunci : Sumbatan Hidung,Diagnosis,Skor Sumbatan Hidung, nasal obstruction, peak nasal inspiratory flow-meter (=PNIF), score, sensitivity, specificity, Receiver Operator Characteristic (=ROC) curve.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.