Pemanfaatan citra landsat ETM + dan sistem informasi geografi untuk analisis kesesuaian penggunaan lahan terhadap arahan fungsi pemanfaatan lahan kabupaten Klaten
Santi Ariani, Barandi Sapta Widartono, S.Si.
2008 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVArahan fungsi pemanfaatan lahan merupakan upaya penataan suatu wilayah menjadi suatu kawasan-kawasan dengan fungsi berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan arahan fungsi pemanfaatan lahan akan mempunyai dampak negatif bagi daerah penelitian. Sistem Informasi Geografi merupakan sistem yang dapat membantu mempermudah dalam mengetahui penggunaan lahan yang sesuai maupun tidak sesuai dengan arahan. Sistem ini dibantu dengan suatu perangkat lunak dalam input, proses, dan analisis data sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih mudah dan cepat. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui letak, luas, dan persebaran arahan fungsi pemanfaatan lahan, 2) Menyusun Peta Penggunaan Lahan Kabupaten Klaten dengan interpretasi Citra Satelit Landsat ETM+, dan 3) Menentukan penggunaan lahan yang sesuai dan tidak sesuai terhadap Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan dengan bantuan Citra Landsat ETM+ dan Sistem Informasi Geografi. Metode yang dilakukan adalah dengan tumpang susun (overlay), Parameter yang digunakan untuk menentukan Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan adalah Peta Kemiringan Lereng, Peta Jenis Tanah, dan Peta Intensitas Curah Hujan. Peta-peta tematik daerah penelitian yang didapatkan dari instansi Bappeda Kabupaten Klaten, sedangkan Peta Penggunaan Lahan diperoleh dari hasil interpretasi visual Citra Landsat ETM+. Peta Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan disusun berdasarkan kemiringan lereng, jenis tanah, dan curah hujan mengunakan metode pengharkatan (Pedoman Pola Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah), kemudian dijumlahkan. Sedangkan evaluasi antara penggunaan lahan dan arahan fungsi pemanfaatan lahan dilakukan dengan metode tumpangsusun (overlay). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan lahan di Kabupaten Klaten terbagi menjadi 9 yaitu: Hutan, Kebun Campuran, Permukiman Kota, Permukiman Desa, Sawah, Semak Belukar, Lahan Terbuka, Rawa, dan Tegalan. Arahan fungsi pemanfaatan lahan di Kabupaten Klaten lebih banyak mengarah pada kawasan fungsi budidaya tanaman semusim dan permukiman. Berdasarkan Peta Analisis Kesesuaian Penggunaan Lahan terhadap Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan diketahui bahwa terdapat 49148 Ha (75%) lahan di Kabupaten Klaten sesuai dengan arahan fungsi pemanfaatan lahannya dan 16408 Ha (25%) tidak sesuai dengan arahan fungsi pemanfaatan lahan. Penggunaan lahan yang paling besar tidak sesuai dengan arahan fungsi pemanfaatan lahan berupa sawah dengan jumlah ketidaksesuaian 10770 Ha.
-
Kata Kunci : Citra landsat ETM+,sistem informasi geografi, analisis kesesuaian lahan