Pengaruh suplemen kombinasi L-carnitine dan Ubiquinone Peroral terhadap peningkatan kekuatan kontraksi otot pada penderita dengan Hemodialisis rutin
SUMARDJO, Prof.Dr.dr. H. Mochammad Sja'bani, M.Med.Sc.,SpPD-KGH
2005 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit DalamLatar Belakang. Penderita dengan hemodialisis rutin mempunyai kekuatan otot yang lebih lemah dibanding populasi normal. Kelemahan otot pada penderita hemodialisis rutin disebabkan oleh adanya atropi otot, miopati otot, neuropati dan kombinasi ketiganya. L-carnitine dan ubiquinone berperan dalam perbaikan atropi otot dan miopati otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pemberian l-carnitine dan ubiquinone terhadap peningkatan kekuatan otot pada penderita dengan hemodialisis rutin. Metode. Penelitian uji acak tersamar ganda terhadap penderita yang menjalani hemodialisis rutin di Instalasi Hemodialisis Rumah Sakit Dr Sardjito, Yogyakarta. Kekuatan otot diukur dari besarnya Maximum Voluntary Contraction (MVC) otot kuadrisep femoris dengan elektromiografi. Kelompok coba mendapat suplemen lcarnitine 500 mg dan ubiquinone 30 mg dalam bentuk kapsul sebanyak 2x2 kapsul sehari selama 8 minggu. Kelompok kontrol mendapatkan placebo. MVC diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Perbedaan nilai MVC kedua kelompok dianalisa dengan student ttest. Beda proporsi data dasar kedua kelompok diuji dengan chi square test. Perbedaan data dasar yang lain dianalisa dengan student t-test untuk data parametrik dan Mann Whitney test untuk data non parametrik. Hasil. Terdapat 68 penderita dengan hemodialisis rutin yang ikut dalam penelitian. Kelompok coba berjumlah 35 orang dan kelompok placebo berjumlah 33 orang. Terdapat 3 kasus drop out pada kelompok coba dan 2 kasus drop out pada kelompok placebo. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada karakteristik dasar kedua kelompok. Tidak terdapat beda rerata MVC pada kedua kelompok sebelum penelitian (p = 0,877 dengan 95% IK : -45,332 - 38,807). Terdapat perbedaan bermakna rerata MVC otot kuadrisep femoris setelah pemberian suplemen l-carnitine dan ubiquinone (p=0,008 dengan 95% IK: 17,662-113,816). Kesimpulan. Terdapat peningkatan beda rerata kekuatan otot kuadrisep femoris pada penderita dengan hemodialisis rutin setelah pemberian suplemen carnitine 2000 mg dan ubiquinone 120 mg sehari selama 8 minggu dibandingkan plasebo.
Background. Routine haemodialysed patients had lower muscle strenght. Muscle weakness on routine haemodialysis patient caused by muscle atrophy, muscle miopathy, neuropathy and combination from three mechanism. L-carnitine and Ubiquinone play role on muscle atrophy and muscle miopathy improvement. This study aim to know the benefit of L-carnitine with Ubiquinone supplement on routine haemodialysis patient’s muscle srenght improvement. Method. A randomized double blind clinical trial on routine haemodialysis patient in Dr Sardjito Hospital Renal Instalation, Yogyakarta. Muscle strenght measured from Maximum Voluntary Contraction (MVC) value with Electromyography (EMG). Trial group received 2X2 tables contain L-carnitine 500 mg with Ubiquinone 30 mg for 8 weeks. Control group received placebo. The difference of MVC value among groups analysed with student t test. The difference of baseline characteristic among groups analysed with student t-test. The difference of gender and diabetic proportion among groups analysed with chi square test. Result. There’s no significant difference on gender and diabetes proportion among groups. There’s no significant differece on baseline characteristic among groups. There’s no significant difference on mean MVC value before treatment among two groups (p = 0,877 with 95% CI: -45,332 - 38,807). There is significant difference on mean MVC value after treatment among two groups (p=0,008 with 95% CI: 17,662-113,816). Conclusion. There’s significant difference on mean MVC value between trial groups and control after treatment with L-carnitine 2000 mg and Ubiquinone 120 mg orally a day for 8 weeks.
Kata Kunci : Hemodialisis Rutin, Kekuatan Otot, L Carnitine dan Ubiquinone, muscle strenght, l-carnitine, ubiquinone, routine haemodialysis.