Laporkan Masalah

Pemetaan indeks potensi lahan kabupaten Kulonprogo dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografi

Setyo Budi Utomo, Nur Mohammad Farda, S.Si.

2006 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SV

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi lahan di Kabupaten Kulonprogo dengan memanfaatkan tekhnologi Sistem Informasi Geografi yang mengacu pada konsep Indeks Potensi Lahan. Potensi Lahan ini bertujuan untuk menduga besarnya tingkat kemampuan lahan secara umum dan pola persebarannya di Kabupaten Kulonprogo. Hal ini sangatlah berguna dalam proses pengambilan keputusan penggunaan lahan yang tepat, sehingga memperoleh hasil yang maksimal dari penggunaan lahan tersebut. Dacrah yang dikaji pada penelitian ini adalah wilayah Kabupaten Kulonprogo. Kabupaten Kulonprogo merupakan wilayah bagian Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak paling Barat. Penulis merasa tertarik untuk meneliti daerah ini karena Kabupaten Kulonprogo mempunyai karakteristik lahan yang beragam, dan juga sebagian besar penduduknya mayoritas masih bekerja pada sektor pertanian, dengan luas kepemilikan lahan yang relatif sempit. Oleh karena itu penduduk Kabupaten Kulonprogo perlu adanya informasi mengenai potensi lahan untuk memanfaatkan lahan mereka sesuai dengan potensinya, salah satunya adalah Peta Indeks Potensi Lahan (IPL). Parameter-parameter yang digunakan dalam Indeks Potensi Lahan (IPL) adalah faktor relief/topografi, faktor litologi, faktor tanah, faktor hidrologi, dan faktor pembatas/tingkat kerawanan bencana. Metode yang digunakan adalah metode pengharkatan (scoring). Setiap parameter tersebut di atas memilki nilai harkatnya masing-masing, dimana semakin besar harkat maka semakin besar pula. pengaruhnya untuk mendapatkan nilai Indeks Potensi Lahan (IPL) yang tinggi. Selain metode pengharkatan, metode tumpangsusun (overlay) juga digunakan dalam penelitian ini. Metode ini menggabungkan dua buah peta atau lebih (parameter-parameter IPL) yang memiliki koordinat yang sama untuk menghasilkan Peta Potensi Lahan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Peta Potensi Lahan Kabupaten Kulonprogo skala 1: 250.000. Peta tersebut menyajikan 5 kelas potensi lahan, yaitu potensi lahan sangat tinggi dengan luas wilayah 6.040,024 ha yang sebagian besar terletak di sebelah Selatan Kabupaten Kulonprogo khususunya Kecamatan Galur, Panjatan, Wates, Temon, serta di sebagian wilayah Kecamatan Nanggulan, kelas tinggi dengan luas wilayah 10.506,095 ha yang tersebar sebagian besar di Kecamatan Wates, Panjatan, Galur, Temon, dan sebagian kecil Kecamatan Lendah, Sentolo, dan Nanggulan, kelas sedang dengan luas wilayah 5.949,515 ha yang tersebar di sebagian Kecamatan Galur, Lendah, Sentolo, Nanggulan hingga Kecamatan Kalibawang, kelas rendah dengan luas wilayah 8.262,445 ha terdapat di Sebagian Kecamatan Sentolo, Pengasih, Kokap. Girimulyo hingga Kecamatan Kalibawang., dan kelas sangat rendah dengan luas wilayah 27.348,562 ha yang meliputi Sebagian besar Kecamatan Kokap. Girimulyo, dan Samigaluh. Jadi potensi lahan sangat rendah yang mendominasi di Kabupaten Kulonprogo.

-

Kata Kunci : Indeks potensi lahan, sistem informasi geografi

  1. TA-2006-172564-abstract.pdf  
  2. TA-2006-172564-bibliography.pdf  
  3. TA-2006-172564-tableofcontent.pdf  
  4. TA-2006-172564-title.pdf