Mengelola Tantangan Strategi Kompensasi Gaji Premium Talenta Kecerdasan Buatan di Perusahaan Alpha
Jihan Fakhirah, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak., CA.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Talenta kecerdasan buatan (AI) menjadi sumber daya strategis yang mendorong perusahaan menerapkan strategi gaji premium untuk menarik dan mempertahankannya. Meskipun demikian, strategi tersebut juga berpotensi menimbulkan tantangan berupa persepsi ketidakadilan gaji, gangguan rekrutmen dan retensi karyawan, serta implikasi biaya kompensasi. Penelitian sebelumnya lebih banyak membahas faktor penentu, desain, dan konsekuensi gaji premium, sementara pemahaman mengenai bagaimana perusahaan mengelola tantangan tersebut dalam praktik organisasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana perusahaan menilai kontribusi talenta AI, mengapa memberikan gaji premium, dan bagaimana mengelola tantangan yang muncul dari strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pada Perusahaan Alpha, perusahaan berbasis teknologi yang mengembangkan perangkat keras berbasis AI. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pihak yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya manusia, kompensasi, dan pengembangan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi talenta AI dinilai melalui pencapaian kriteria keberhasilan pekerjaan. Gaji premium diberikan karena peran talenta AI dalam bisnis, nilai diferensiasinya dalam struktur tenaga kerja, serta standar harga talenta AI di pasar tenaga kerja. Perusahaan mengelola tantangan tersebut melalui praktik yang disesuaikan dengan konteks organisasi tanpa mengubah strategi gaji premium. Temuan ini memperluas literatur kompensasi dengan menunjukkan bahwa pengelolaan strategi gaji premium tidak sekadar bergantung pada perubahan desain kompensasi, memperluas literatur akuntansi melalui pemanfaatan informasi karakteristik biaya kompensasi premium untuk menjaga biaya kompensasi tetap terkendali, serta memperkuat perspektif strategic human resource management mengenai pentingnya penyelarasan praktik SDM dengan kondisi organisasi.
Artificial intelligence (AI) talent has become a strategic resource, prompting organizations to adopt premium salary strategies to attract and retain highly skilled employees. However, such strategies may create challenges, including perceived pay inequity, recruitment and retention issues, and compensation cost implications. While previous studies have primarily examined the determinants, design, and consequences of premium compensation, while limited attention has been paid to little is known about how organizations manage these challenges in practice. This study aims to explain how organizations assess AI talent contributions, why they offer premium salaries, and how they manage the resulting challenges. A qualitative single-case study was conducted at Alpha Company, a technology-based firm developing AI-powered hardware products. Data were collected through semi-structured interviews with participants involved in human resource management, compensation, and AI development. The findings reveal that AI talent contributions are assessed based on the achievement of against predefined job success criteria. Premium salaries are determined by the strategic role of AI talents in the business, their differentiated position within the workforce, and prevailing labor market rates. Rather than redesigning the compensation system, the organization manages the associated challenges through context-specific practices. This study extends the compensation literature by demonstrating that managing premium salary strategies depends on organizational context rather than compensation redesign. It also contributes to the accounting literature by showing how the cost characteristics of premium compensation can be utilized to maintain controlled compensation costs without reducing the premium salary strategy, while reinforcing the strategic human resource management perspective on aligning HR practices with organizational conditions.
Kata Kunci : Talenta kecerdasan buatan, gaji premium, manajemen kompensasi, strategic human resource management, karakteristik biaya kompensasi