Pemetaan Riset Pengendalian Vektor Dengue di Indonesia 2015-2025: Scoping Review dan Analisis Bibliometrik (ScoRBA)
Rr Niken Dian Anggraini, Dr. dr. Citra Indriani, MPH ; Rizka Dinari, S.Gz., MPH
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Tujuan: Pengendalian vektor merupakan
strategi utama untuk pencegahan dengue, karena ketidaktersediaan pengobatan
antivirus yang spesifik. Studi ini akan memetakan lanskap penelitian
pengendalian vektor dengue di Indonesia (2015-2025), dengan menggunakan
pendekatan scoping review dan analisis bibliometrik (ScoRBA) untuk
mengidentifikasi tren, jaringan kolaborasi, tema penelitian utama, dan
kesenjangan pengetahuan. Metode: Empat basis data (Web of Science,
PubMed, Scopus, dan Garuda) digunakan untuk mengambil artikel yang membahas
pengendalian vektor dengue di Indonesia, pengumpulan data dari tahun 2015-2025,
dan ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Analisis bibliometrik
digunakan untuk melihat tren publikasi, jaringan penulis, kata kunci yang
muncul bersama, dan struktur intelektual.
Scoping review dianalisis menggunakan kerangka PAGER. Hasil: Sejumlah
292 publikasi dianalisis untuk bibliometrik. Publikasi mencapai puncaknya pada
tahun 2019, menurun selama pandemi COVID-19, dan mulai meningkat tahun
2023. Empat tema utama yang muncul: (1) surveilans
vektor dan pengendalian berbasis komunitas, (2) resistensi insektisida dan
evaluasi larvisida, (3) inovasi manipulasi berbasis populasi, dan (4)
pengendalian biologis berbasis Wolbachia, implementasi, dan kebijakan. Jaringan
kolaborasi terfragmentasi, dan akses institusi ke mitra internasional tidak
merata. Analisis ko-sitasi menunjukkan dua klaster terpisah, penelitian
resistensi berbasis laboratorium dan penelitian intervensi berbasis lapangan. Sintesis
PAGER menganalisis 99 artikel dan mengidentifikasi adanya kesenjangan, termasuk
bukti efektivitas jangka panjang, lokasi yang terbatas, studi skala
laboratorium yang dominan, dan terkait keberlanjutan. Kesimpulan:
Penelitian pengendalian vektor dengue di Indonesia tumbuh dengan berbagai
inovasi tapi masih terfragmentasi. Diperlukan keterpaduan intervensi berbasis
IVM, jembatan antara bukti laboratorium dengan implementasi lapangan dan studi
keberlanjutan. Keterbatasan termasuk diantaranya adalah ketergantungan pada
kelengkapan metadata.
Purpose: Vector control remains
the primary strategy for dengue prevention, as no specific antiviral treatment
is available. This study maps the research landscape of dengue vector control
in Indonesia (2015-2025), using a scoping review and bibliometric analysis
(ScoRBA) approach to identify trends, collaboration networks, key research
themes, intellectual structure, and knowledge gaps. Methods: A
systematic search of four databases (Web of Science, PubMed, Scopus and Garuda)
retrieved articles addressing dengue vector control in Indonesia, data
collection spanned from 2015-2025, in English or Indonesian. Bibliometric
analysis examined publication trends, co-authorship networks, keyword
co-occurrence, and co-citation patterns, while a subset of articles was
synthesized using the PAGER framework. Results: Of 292 articles were analyzed
bibliometrically, and 99 articles were synthesized. Publications peaked in
2019, declined during the COVID-19 pandemic and recovered from 2023. Four major
themes emerged: (1) vector surveillance and community-based control, (2)
insecticide resistance and larvicide evaluation, (3) innovative vector
manipulation (4) Wolbachia based biological control, implementation and policy.
Collaboration networks were fragmented with no central hub, and institutional
access to international partnerships was uneven. Co-citation analysis revealed
two separate clusters, laboratory-based resistance research and field-based
intervention research. PAGER synthesis identified persistent gaps, including
limited long-term effectiveness evidence, limited geographic coverage, predominant
laboratory scale studies and sustainability concerns. Conclusion: Dengue
vector control research in Indonesia is growing and innovative yet fragmented. Integrating
interventions within an IVM framework and strengthening the link between
laboratory evidence and field implementation are critical. Limitations include
dependence on metadata completeness.
Kata Kunci : dengue, pengendalian vektor, scoping review, bibliometrik, indonesia/dengue, vector control, bibliometric, scoping review, indonesia