Laporkan Masalah

Evaluasi klinis pasca reseksi segmental mandibula pada penderita Ameloblastoma

WAHYUNINGSIH, Desi Trimiastuti, drg. Musclich Asmordjo, SU.,Sp.BM

2005 | Tesis | PPDGS I Ilmu Bedah Mulut

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi klinis pasca reseksi segmental mandibula pada penderita ameloblastoma dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mempunyai predisposisi timbulnya komplikasi. Subjek penelitian sebanyak 13 orang pasien yang pernah menderita ameloblastoma dan telah dilakukan tindakan reseksi segmental mandibula dengan pemasangan bridging plate dan tanpa pemasangan bridging plate di 3 rumah sakit besar di Yogyakarta dari tahun 1999 – 2003. Analisis statistik yang digunakan adalah deskriptif dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan grafik histogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan bridging plate pasca reseksi segmental mandibula dapat mengurangi terjadinya maloklusi, mengurangi terjadinya asimetri wajah dan mengurangi terjadinya deviasi saat buka mulut. Gangguan motoris tidak terjadi pada pasca reseksi segmental mandibula dengan bridging plate maupun tanpa bridging plate. Gangguan sensoris dan jaringan parut terjadi pada pasca reseksi segmental mandibula dengan bridging plate maupun tanpa bridging plate. Fistula intra oral terjadi pada pasca reseksi segmental mandibula dengan bridging plate.

The aim of this research was to know the result of clinical evaluation post mandibular segmental resection in ameloblastoma patients and to identify etiological factors predisposing for complication. The subjects consist of 13 patients which have suffered ameloblastoma and have been conducted by post mandibular segmental resection with and without placement of bridging plate in 3 big hospitals in Yogyakarta from 1999 - 2003. Descriptive analysis in table of frequency distribution and histogram graph were used for statistical analysis. The result of this study showed that bridging plate insertion post mandibular segmental resection could reduce malocclusion, facial asymmetry and open mouth deviation accurrences. No motoric disturbances was detected post mandibular segmental resection either with or without bridging plate insertion. Sensoric disturbances and scar formation occurred post mandibular segmental resection either with or without bridging plate insertion. Intraoral fistula happened post mandibular segmental resection with bridging plate insertion.

Kata Kunci : Bedah Mulut,Ameloblastoma,Pasca Reseksi Segmental Mandibula


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.