KEKUATAN BENDING DAN PERILAKU PENYERAPAN AIR DARI NANOKOMPOSIT BERBASIS EPOKSI DAN CLAY
Nanang Kurnia Pradipta, Prof. Dr. Ir. Kusmono., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng
2011 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINResin epoksi sering digunakan sebagai matriks dalam material komposit yang dikombinasikan dengan bahan penguat, salah satunya adalah clay. Clay jenis montmorillonite (MMT) digunakan sebagai bahan penguat pada resin epoksi untuk membentuk nanokomposit epoksi-clay dengan tujuan meningkatkan sifat mekanik material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur nanokomposit epoksi-clay, menganalisis pengaruh penambahan clay terhadap kekuatan tekuk dan kekuatan impak, serta mengetahui perilaku penyerapan air pada nanokomposit epoksi-clay. Sebelum dicampurkan dengan resin epoksi, clay terlebih dahulu dipanaskan selama 8 jam pada temperatur 80°C. Selanjutnya, resin epoksi dicampurkan dengan clay selama 2 jam pada temperatur 80°C dengan kecepatan putar 830 rpm. Campuran kemudian dilakukan proses penghampaan selama 10 menit, dilanjutkan dengan penambahan hardener dan pencampuran selama 5 menit. Setelah itu, campuran dituangkan ke dalam cetakan dan dilakukan proses penghampaan kembali selama 5 menit. Cetakan yang telah berisi campuran kemudian dimasukkan ke dalam oven selama 2 jam pada temperatur 80°C. Selanjutnya, dilakukan proses post-curing pada temperatur 150°C selama 2 jam. Variasi penambahan clay yang digunakan adalah 0%, 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6% berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan clay sebesar 3% berat pada resin epoksi mampu meningkatkan kekuatan tekuk sebesar 26,56% dan kekuatan impak sebesar 48,81%. Namun, penambahan clay lebih dari 3% berat menyebabkan penurunan kekuatan tekuk dan kekuatan impak. Dengan demikian, sifat mekanik terbaik nanokomposit epoksi-clay diperoleh pada penambahan clay sebesar 3% berat. Selain itu, penyerapan air memberikan pengaruh terhadap penurunan kekuatan tarik nanokomposit epoksi-clay.
Kata Kunci : epoksi, clay, nanokomposit