Pengaruh variasi pemanfaatan lahan pertanian dalam peningkatan kesejahteraan rumahtangga penduduk di kabupaten Gunungkidul
Sarwo Edi Nugroho, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.; Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHLuas lahan pertanian dan kesempatan kerja yang terbatas di Kabupaten Gunungkidul, membawa dampak pada kehidupan rumahtangga penduduk menjadi miskin. Kondisi tersebut didukung oleh dampak krisis ekonomi yang mengakibatkan keadaan rumahtangga penduduk semakin terpuruk. Fenomena tersebut mendorong rumahtangga penduduk melakukan usaha variasi pemanfaatan lahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Besarnya pengaruh usaha variasi pemanfaatan lahan dalam peningkatan kesejahteraan rumahtangga penduduk merupakan permasalahan yang mendasari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh variasi pemanfaatan lahan pertanian dalam peningkatan kesejahteraan rumahtangga penduduk di Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan mengambil daerah penelitian ditentukan atas dasar teknik acak distratifikasi menurut satuan wilayah fisiografis. Sampel responden dipilih secara acak di tiga desa menurut daerah fisiografis yang diwakilinya sebanyak 90 kepala rumahtangga. Pengumpulan data primer menggunakan teknik wawancara, dan analisis data menggunakan teknik analisis tabulasi silang, korelasi, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan usaha variasi pemanfaatan lahan pertanian dalam peningkatan kesejahteraan rumahtangga penduduk meliputi perubahan bentuk, orientasi, dan metode penggunaan lahan. Usaha rumahtangga penduduk dalam melakukan variasi pemanfaatan lahan pada daerah yang diwakili berbeda-beda. Hal ini berkaitan dengan karakteristik wilayah serta kondisi sosial rumahtangga penduduk yang berbeda pula. Hasil usaha variasi pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh rumahtangga penduduk di Desa Tegalrejo dan Gedangrejo mampu meningkatkan tingkat kesejahteraan penduduk. Hasil tersebut berbeda dengan Desa Banjarrejo, dimana usaha variasi pemanfaatan lahan belum mampu meningkatkan tingkat kesejahteraan rumahtangga penduduk. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa perlu dilakukan usaha lain sehingga kesejahteraan rumahtangga penduduk di Desa Banjarrejo dapat ditingkatkan. Keberhasilan usaha yang dilakukan oleh rumahtangga penduduk di Desa Tegalrejo dan Desa Gedangrejo ditunjukkan dengan tingginya status sosial ekonomi rumahtangga penduduk daerah tersebut dibandingkan dengan Desa Banjarrejo. Meskipun demikian, perbedaan kondisi sosial ekonomi rumahtangga penduduk di Desa Banjarrejo dengan kedua desa lainnya tidak besar.
The size of farming area and limited job vacancy in Gunungkidul regency bring about the effects of poor households for its people. The condition, worsened by the effect of the crisis in economy, is causing worse households. The phenomenon urges people to conduct variation in utilizing farming area to fulfill their needs. The wide effect of the variation in utilizing farming area in increasing people's household welfare is the basic problem that supports the research. The research is aimed at revealing how big the effect of the variation of utilizing farming area is in increasing household welfare in Gunungkidul regency. The research method used is survey method by taking sample areas using random sampling, which is stratified based on physiographical unit. The respondents are randomly chosen in three villages based on physiographical area they represented, as many as 90 household heads. Primary data collecting is done by interviews and data analysis using crosscheck, correlation, and regression tabulation analysis. The result of the research points out that the effort of the variation in utilizing farming area in increasing people's household welfare consists of changing the forms, orientations, and methods of farming area utilization. The effort in doing the variation of utilizing farning area is different, as represented by each different area. It is in relation to the characteristics of the area and the difference of social-economical condition of the people. By doing this effort, the people in Tegalrejo and Gedangrejo can increase their households welfare. This is different from Banjarrejo village, where the variation of utilizing farming area cannot increase the welfare yet. This shows the need of doing other efforts so that people's welfare in Banjarrejo can be increased. The success achieved by the people in Tegalrejo and Gedangrejo is shown by their social-economical status. However, the difference of social-economical condition between the people in Banjarrejo and the other two villages is not so great.
Kata Kunci : Variasi pemanfaatan lahan,Peningkatan kesejahteraan,Lahan pertanian